 | Selamat Datang | Dec 27, 2005 |
  | Jeprettttttt! | |
  | Ceritaku | Sep 7, 2010 |
(1) pendar-pendar kebahagiaan itu ada berkumandang di setiap sudut nadiku merembes ke dalam darahku merasuki relung-relung hatiku ketika kau dan aku merangkai bunga-bunga asmara di sebuah sudut malam yang tak pernah sepi di sebelah selatan Manhattan... more |  | Links | |
    |  |  | Hasil Dapur | Oct 12, 2010 |
Kue ini salah satu kue tradisional yang dulu sering aku baking bersama ibunda. Judulnya aja Renta '92, ketika aku masih kuliah D3 di AbA Methodist Palembang, resep ini kita berdua 'temukan' komposisinya, setelah beberapa kali percobaan terlalu keras dan ga retak2 atasnya. Sudah dua tahun ini aku kembali baking kue ini. Awal2nya rada pesimis ga bakal bisa spt yang aku ma Ibunda bikin tempo hari, karena ketiadaan fresh coconuts. Akhirnya kucoba eksperimen dengan coco cream kalengan. Hasil pertama lumayan rapuh tapi tidak retak.  Rasanya kurang nendang karena coco cream kalengan tidak dapat menggantikan freshly squeezed coconut. Kalo anda lihat komposisi santan kelapa kalengan, kelapa extractnya cuma 55%, sementara yg lainnya bahan pengawet dll. Ah, tiada yg dapat menggantikan kelebihan alam ya. Anyway, dengan segala daya upaya, akhirnya kucoba lagi dan lagi. Tahun ini dua kali sudah kucoba, alhasil pertama keras sekali ga seperti hasil tahun kemarin. Akhirnya twitteran dengan Rohangi Soraya ketika beliau bertanya apakah aku tahu Kue Babon dan diperlihatkan bentuknya. Aku bilang so pasti, ini Kue Rentak kalo aku ma Ibunda bilang sih. Tanya boleh tanya, ternyata Mak Ngah, sang maestro kue Babon pakai baking soda di dalam adonannya, buat merenyahkan tekstur kue tsb. Oke deh. Berbekal pengalaman tahun kemaren dan kegagalan eksperimen lanjutan pertama tahun ini, aku kembali bikin Kue Rentak aka Kue Babon. Hasilnya, ruaaaaaaaaaarrrr biasa! Meskipun rasa masih kalah karena ketidaksegaran santannya dan juga ketiadaan gula Jawa di kampungku, aku bersyukur sekali, masih bisa mencicipi lagi Kue Rentak.  Eh retak-retak dia ternyata, horeeeeeeee!! Beberapa loyang aku bikin tipis, dan yang lainnya kubikin rada tebal, buat variasi dan pengen tahu yang mana yang lebih enak. Buatku sih lebih suka yang rada tipisan, tapi anak2 milih yang lebih tebal. Penasaran seperti apa Kue Rentak ketika ditambah kacang, akhirnya kucobakan pecahan kacang di adonan terakhir, cuma 1/4 kacang sangrai. Rasanya rada aneh menurutku, lebih suka yg plain.  Menikmati kue tradisional enaknya pake kopi tubruk, tapi karena aku masih menyusui, hanya puas dengan teh hijau :)    | Buku dan Warung | Jan 25, 2008 |
 udging by its cover, a table with no fancy tablecloth or expensive-look dishwares or flashing cutleries but a simple dish on ordinary plates that you can find in any warehouses in the world with simple lighting and style, I know I am going to like... more  | Pasar Pasar! | Jan 11, 2009 |
 |
| |