arfi's posts with tag: ben
 Aku masih ingat betul saat-saat mau melahirkan Ben. Perkiraan melahirkan itu tanggal 1 Januari 2003. Sejak akhir Desember 2002, perutku sudah makin rendah turunnya. Aku dan kangmas perkirakan bakal lahir sekitar Natal. Ditunggu saat Natal, belum nongol. Bahkan saat boxing day, aku sama kangmas masih belanja di Manukau. Saat itu kami masih tinggal di Point Chevalier, sebuah suburb di Auckland. Seminggu sebelum hari lahirnya, kangmas sudah siapin birthing pool di sebelah kamar. Kami memang merencanakan homebirth di dalam kolam. Katanya air hangat mujarab untuk meredam rasa sakit saat melahirkan, karena aku akan melahirkan cara normal, tanpa epidural, obat2an, gas, atau apalah namanya. Mulai tanggal 28 pagi aku sudah ngerasain sakit di dalam perut. Makin lama makin kerasa sakitnya di daerah punggung. Aku terapkan pelajaran yang aku terima di pre-natal class, breathing in breathing out. wuff wuff wuff... Sambil jalan2 di kebun, pegangan kangmas kalau sakitnya makin kerasa. Rasanya udah makin dekat. Carly juga udah datang sekitar jam 1 pagi, tgl 29 Desember. Kangmas meramu rescue remedy dan aku diwajibkan meminumnya setiap beberapa menit sekali, supaya meredam rasa sakit. Rasa sakitnya datang makin lama makin dekat intervalnya. Birthing pool mulai dialiri air panas. Aku disarankan masuk dan relaks. Rasanya memang lebih nyaman. Tapi airnya kelewat panas buatku, jadi aku keluar lagi. Kembali ke tempat tidur. Mulai mengejan. Carly cek opening. Baru 2 senti, aku ga ngerti apa maksudnya. Tapi begitu dia bilang yak udah kliatan kepalanya, aku makin yakin kalau aku bakal jadi ibu. Tepat jam 3.15 pagi, Ben lahir. Carly bilang 'you are a strong woman, Arfi. you could've ended up on the surgery to have posterior labour.' Sejak itu aku baru tahu kalau Ben lahir posterior. Pantesan sakitnya ampun-ampun dah! Kangmas yang mengikuti setiap detik persalinan, kelihatan sangaaaaaat lega. Akhirnya setelah 8 jam menyaksikan istrinya kesakitan, ada seseorang lagi yang membuat hidupnya berarti. Someone precious. Dan 29 Desember tahun ini, dia berusia 4 tahun. How time flies. Kami menyaksikan Ben berkembang dari bayi, tengkurap, angkat kepala, duduk, merangkak, jalan, lari, akhirnya bisa berkomunikasi dengan lingkungan. He's a person now. Tentang persiapan ultahnya, aku benar2 ga kasih 101 persen. Masalahnya aku sendiri lagi down low, don't ask me why. Barangkali hormon menjelang senja hehehe... Stressnya ampun-ampun rasanya selangit. Aku barangkali menuntut things to be perfect kalo aku musti hosting tamu. Tapi banyak yang tidak bisa dikerjakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Apalagi rumah juga belum sepenuhnya selesai direnovasi, furniture juga ga lengkap, alat2 makan juga ga semua lengkap, tapi the show must go on! Aku ngerjain ini karena ingin tetap silaturahmi dengan teman dan keluarga, juga rasanya nanti bisa dilihat kembali oleh Ben saat dia sudah besar apa yang sebisanya kami lakukan untuknya. Pada awalnya aku sudah punya rencana untuk bikin bday cake buat Ben dengan tema traktor, karena dia memang suka naik traktor. Tapi rasa malas ini kok ga bisa digusur toh ya? Padahal aku ini termasuk semangat kalo bikin cake dan cake decorating. Barangkali sedikit down karena Sarah malah yang kena eczema, padahal dia sudah besar. Aku sedih, dan memang aku akui aku stop baking karena Sarah kena eczema. Kalo kebanyakan masukan gula juga dia bisa gatal2 lagi. So I have to be cautious of what she's eating. Anyway, untuk cake ultah Ben aku bikin semua pake tepung gluten-free produksi Healtheries. Dan tema traktor udah di kepala, tapi ya itu rasanya kalo aku curahkan perhatian ke cake-nya bakalan ga bisa ngerjain yang lainnya lagi. Jadi, aku cuma bikin yang simple. Just forget if you know I'm a cake decorator hehehe... Semua aku bikin dari buttercream coklat, tempel sana-sini pake M&M. Sedikit piping, jadilah cake gitar, karena Ben baru dapat hadiah gitar dari kami untuk ultahnya tahun ini. Dia senang genjrang-genjreng. Meskipun begitu, cake sesederhana itu saja sudah bisa membuat dia ceria dan bilang 'oooooo ben's cake! look, ben's cake!' Senengnya...
 | sok tua | Oct 6, '06 12:19 PM for everyone |

aku pikir makin besar, ben makin sok tua deh. contohnya:- waktu makan malam. dia seneng banget ngeladenin aku, john n sarah. waktu aku mau ngambil nasi, dia bilang 'here, mummy' sambil nyodorin tangannya, maksute biar dia aja yang ngasihin nasinya buat aku. aku bilang 'oke, ben yang nyendok deh, mummy pegang piringnya'. udah gitu sibuk deh nanya2 'mummy wants this? no? oh, mummy likes the hot one (sambal maksute). ben can't eat the hot one. noooo (sambil nyengir kuda). mummy wants this one? ben takes it for mummy. iya? here, mummy.' udah gitu wajahnya kliatan legaaaa banget sambil merhatiin aku makan. saat sarah mau minum, kebetulan dia pindah ke pangkuan daddy-nya, minumannya masih di bekas dia duduk tadi, di sebelah ben. cepat2 ben bilang 'let ben do it for sarah. here, sarah.' saat bapaknya mau ngambil kerupuk lagi dia bilang 'daddy, just one, please. don't be too much. not good.' bapake nyengir aja. blas! sok tuaaaaaaa!
- saat mum-dad mau bantuin ngegembala kambing ke padang rumput sebelah atas, dia ga mau ditinggal. aku ditugasin jaga tempat2 di sekitar taman supaya kambing2 ga pada makan bunga2ku saat lewat. ben mustinya ikut aku. tapi dia ga mau. 'ben wants to help daddy, mummy. ben will shaaaaa (maksute ngusir) the sheep. won't eat mummy's flowers. ben will see daddy's shearing, you seeeeee.' sambil ngomong sambil mungut ranting kayu buat ngusir2 kambing. trus dad datang bawa mobil, krn blio ditugasi jaga kambing saat masuk ke padang rumput. mobil buat ngeblok jalan supaya gaada kendaraan yg lewat dan kambing2 ngerti arahnya ke mana. dad suka lamaaa kalo mau jalan, ben suka gregetan kali. dia melotot lihat kakeknya ga brangkat2 juga. trus dia bilang 'come on, pop!' nada suaranya itu loh yg ga nahan: bossy banget! kakeknya nyengir sambil bergegas bilang 'oke oke, i'm going.'
- sejak kemaren aku mulai ngerjain contoh2 cake dan kukis buat dijual lewat catering teman di auckland, jadi sorenya aku brasa capek banget, soale ngerjainnya dari sejak pagi hingga saat buka puasa. saat itu aku nguap sambil stretchin dan ngusap2 mata. ben lihat, dia bilang 'mummy's tired?' aku bilang 'iya, ben.' dia bilang lagi 'get some sleep, mummy'. aku peluk dia sambil bilang 'makasih udah perhatiin mummy'. hihihi...
tapi ya itu sering sok ngatur juga. bossy banget deh. kalo waktunya makan malam, sibuk banget ngatur kursi, siapa yang musti duduk di kursi yang mana. sering bantah2an sama sarah. ben: daddy sits on this chair, sarah on this one, mummy's on this one. ben sits here.sarah: noooo. sarah sits here. ben sits here.dua2nya sambil ngelilingi meja dan nunjuk2 kursi.ben: no. you sit on this one. ben sits on this one.sarah: no. sarah sits with mummy.end of conversation. legaaa ga ada yg nangis. tapi, sering kalo dua2nya saling ngotot dan ga ada yg ngalah, dua2nya ribut dan nangis. aku bilang 'ben, sometimes it's okay to give your opinion, but it doesn't mean that other person can and wants to do how you want it. sarah ga mau, ya udah berarti sarah maunya begitu. kamu ga boleh maksa. musti hargai kemauan sarah.' udah panjang lebar masih ngamuk2, aku tunjukkin kamar masing-masing, pada geleng2. 'ya udah, maafan gih. cuddle again.' seringnya sih kalo diberi penjelasan, mereka suka ngerti dan main lagi. tapi kadang2 berlanjut dengan koor nangis. hehehe...sering juga kedapetan dia ini suka manjain adiknya. ben dan sarah memang suka membaca. dan ada satu buku yang sering kami baca, judulnya "Time for Bed", mereka suka banget. dan lucunya mereka hapal setiap kalimat di buku itu. setiap halaman ada gambar hewan yang berbeda, emak dan anak. kayak begini kalimat di halaman pertama "time for bed little mouse little mouse, darkness is falling all over the house". di halaman berikutnya, mereka udah langsung bilang "time for bed little goose little goose, stars are out and on the loose." gitu seterusnya. nah, buku ini sering dibaca berdua. kemaren, ben bawa buku ini. sambil gandeng sarah ke tempat tidur dia bilang (aku di dapur, bikin cake) 'sarah's a baby now?' ga ngerti maksute apa. sarah dengan wajah gembira ngangguk2, kesenengan dia. berikutnya aku denger ben bacain buku itu buat sarah. sarah juga kalo ga lihat ben di sekeliling kamar, dapur, kamar mandi, atau ga dengar suara ben, dia suka manggil2 'ben? beeeennn? beeeeeeeeennnnnnn? where's ben, mummy?' kadang2 kan ben suka ngikut bapaknya kerja di kandang ayam atau perbaiki pagar, atau apa lah, ga diem di rumah. jauh toh musti nganter sarah ke bawah bukit, cuma mau liyat ben. udah gitu biasanya ben suka meluk2 sarah. 'sarah looking for ben?' trus dia laporan ke aku 'sarah's looking for ben, mummy. ben's here with daddy. sarah can't find ben. ben's here, sarah.' tapi biar sok tua dan sok bossy, satu yang aku ngerti banget bahwa i love him so much.
 semalam, saat aku bacain dongeng sebelum anak2 tidur, ben duduk di
sebelah kiri, dan sarah duduk di sebelah kanan. sambil tanya ini-itu,
ngobrolin ini-itu, tiba-tiba ben merangkulkan kedua tangannya ke aku
dan bilang 'i love you, mummy'. coba. siapa yang ga terharu saat
anak-anak bilang begitu?
aku memang sering bilang i love you baik ke john di hadapan anak2, juga
ke anak-anak sendiri. aku orang yang ekspresif, of course, tapi bagiku
penting rasanya untuk mengekspresikan perasaan toh? daripada diumpetin,
tersiksa jiwa raga huehehehe...
dan ben, memang lebih perasa dibanding sarah. kelihatan di mataku dia
memang anak yang penyayang sekali. saat aku motongin jeruk untuk sarah,
sarah mau langsung melahap. tiba-tiba ben bilang 'here, sarah. pip
here. ben do it for sarah.' dia masukkin potonganjeruk ke mulutnya dan
nyemprotin biji jeruk ke mangkuk yang sudah aku sediain. terus
dikasihin ke sarah lagi. terus saat dia dengar neneknya sakit, dia
bilang 'oh, poor nan'. sambil memasang muka memelas. kalau aku
meringis2 dikit, dia langsung datang dan tanya 'mummy hurt?' dia
langsung nunjuk2 tempat obat2an. 'get some cream, mummy' maksudnya
ointment karena berupa krim. sebagai ibu, aku sering merasa terharu
dengan sikap ben.
sebagai anak-anak, tentu dia suka juga datang tantrumnya. tapi ya itu,
kursi merah di kamarnya jadi tempat hukumannya kalau dia kelewatan. dia
sangat manja sama john, masih suka minta gendong. tapi sama aku ga
pernah lagi, kecuali kalo lagi ga enak badan. kadang-kadang dia suka
meluk2, dan aku tahu kalo dia lagi nyari kedamaian. ya aku peluk juga.
kiss dan hugs di keluargaku memang sudah tradisi hehehe...
kayaknya rewards hugs dan kisses ini jadi kado bagus ya buat anak2,
dibanding mainan atau permen coklat. what do you think, guys?

 Beberapa hari ini hujan terus mengingatkan aku tentang satu hari di
musim Semi beberapa bulan yang lalu. Kalo udah gini, anak2 suka jadi
tingkahnya ga karuan karena ga bisa main di luar. Kami belum
membiasakan anak2 nonton TV, jadi anak2 bener2 ga ada aktifitas di
dalam rumah, selain membaca dan corat-coret kertas atau dengerin musik.
Biasanya aku kasih kertas dan alat2 melukis, mereka bakal asyik
corat-coret warna2 dikertas, sampe biasanya suka habis berlembar2.
Ben's pretty good at painting.
Saat itu karena aku lagi ga enak badan, tapi musti masih masak dll dll
dll, jadi udah deh bikinin playdough aja. Berhubung cuma masih punya
dua warna, merah dan hijau, itu aja yang kepake. Alat2 playdough,
cetakan kukis, rolling pin mereka aku keluarin, jadilah dua2nya duduk
di bangku menghadap meja. Musik aku setel salah satu simfoni Mozart.
Sambil mengawasi mereka aku masak buat makan malam.
Aku lihat Ben mulai membagi adonannya, satu untuk Sarah, satu untuk
dia. Tapi lama2 Sarah ga kebagian apa2, mulailah perang. Sarah merajuk
huaaaaaaaaa...sambil berusaha melampiaskan amarahnya dengan memukul
Ben. Gantian Ben yang huaaaaaaaaa... Well, aku kasih time out 1 1/2
menit ke Sarah, bilang ga baik mukul dan jangan mukul lagi. Sambil
mewek Sarah duduk di tempat time out-nya. Sementara setelah bilang ke
Ben supaya sharing sama adiknya, aku balik lagi ke dapur dan Ben main
lagi sama playdoughnya.
Setelah Sarah kembali, mereka mulai main lagi. Kali ini Sarah main di
dapurku, minta ulegan dan minta bawang putih dan jahe, trus mulai
nguleg. Asyik dia. Tiba2 Ben bilang 'mama, bird' sambil ngacungin
playdoughnya. Aku kaget campur seneng. Bener deh kayak burung bentuk
playdoughnya (di gambar tuh).

| |