arfi's posts with tag: family
 |  | Hari Minggu, kami mengantarkan Mum ke rumah Aunty Mary yang berada di kawasan City Centre, daerah Welcome Bay, Tauranga, di kawasan perumahan pensiunan atau orang-orang lanjut usia di Greenwood Village. Dari rumah ke Tauranga, memakan waktu 2 jam lebih dikit. Kebayang kan bawa anak dua bekalnya pasti banyak! Sehari sebelumnya aku udah bikin macaroni panggang dua loyang untuk makan siang di rumah tante Mary, soalnya beliau baru keluar dari rumah sakit dan belum bisa banyak menjamu kami.
Ini kedua kalinya kami berkunjung ke Tauranga. Sebelumnya kami juga berkunjung ke Greenwood Village untuk menghadiri pemakaman Uncle Les, suaminya tante Mary yang meninggal karena alzheimer. Kedua kali ini kami menyempatkan singgah ke Karangahake untuk menikmati morning tea.
Aku membawa coffee walnut cake (hari ini akan diposting di HomeMadeS) untuk teman minum kopi sambil menikmati pemandangan yang cantik di sini. Setelah itu kami berjalan sebentar ke jembatan dan sekeliling walkway. Terpesona dengan sejarah panjang yang tertera dalam pesan reruntuhan di sana-sini sebagai tempat penambangan emas terbesar di New Zealand pada masa itu.
Di sepanjang sungai memang banyak jembatan-jembatan yang menghubungi satu lubuk ke lubuk lainnya dan terbayang di mataku betapa kehidupan para goldminers yang kala itu sedang jaya-jayanya. Kami belum sempat menjelajah lebih jauh karena kami mengunjungi Taurangan untuk bezuk tante Mary. Lainkali, harus ada hari khusus untuk sepenuhnya berjalan dan bertualang di Karangahake!
Setelah mengunjungi tante Mary kami singgah sebentar di Waihi Beach. Cuaca mendung, ga maksimal untuk memotret. Tapi anak-anak suka banget sama air, untungnya aku bawa bekal baju!
|
 |  | Mustinya sih candle light dinner, tapi ini malah main ke sungai. 6 tahun sudah perjalanan kami bersama. Sejauh ini, ga ada halangan yang berarti. Salah paham itu biasa tapi semua bisa dimaklumi karena perbedaan budaya dan adat. Dan masalah selalu bisa diselesaikan, with cuddle and kiss.
Rekaman perjalanan 6 tahun satu hari dimulai dengan berdayung di sungai Waikato. Sungai ini adalah sungai terbesar di Franklin. Kebetulan Ralph dan Sue bertempat tinggal di tepi sungai. Kami diundang untuk berdayung ria. Anak-anak sangat antusias dan ga berhenti menanyakan ini-itu. Sebuah kegiatan baru buat mereka. Biasanya kami memakai perahu, bukan kano.
Menikmati alam NZ memang membuat hati lega dan mata berbinar. Gimana ga, semua masih hijau, masih sangat alami. Apalagi di tepian sungai, ga ada secuilpun limbah pabrik atau hasil lemparan manusia yang tidak bertanggung jawab ke sungai. Sungai sangat bersih.
Mendayung itu rileks sekali meskipun untuk yang tidak biasa bisa-bisa bahunya kram, tapi kami sangat menikmati olah raga air. Dari sungai kecil di property Ralph dan Sue, kami mendayung keluar dan sejauh 4 miles (kira-kira 30-an km) menuju The Elbow yang merupakan pertemuan antara small stream dengan sungai lebar.
Yuk, main ke sungai!
|
 |  | Waktu berangkat pagi-pagi sebetulnya sudah mendung. Tapi teteb pengen pergi, soalnya pengen lihat labu raksasa yang digembor-gemborkan lewat koran lokal. Anak-anak juga sudah seneng banget. Pengen lihat hewan katanya, padahal kan yang dipamerin ya cuma sapi sama kambing. hehehe...
Sekembalinya dari pameran, kami sekeluarga bekerja di rumah Mum, membelah kayu bakar, 10 kali loading dari trailer ke garasi. Sekarang garasi Mum penuh sama kayu bakar, betul-betul jaminan nanti musim dingin beliau ga bakalan kedinginan hehehe...
Hari Minggu itu betul-betul sibuk dan tetep kerja keras. Tidurnya juga jadi pulas! |
 |  | Sunday. Down the hill. Bushy blackberries. Hot. Fun. Sarah kept munching. Ben kept chewing. Daddy kept slashing off the bush. Mummy kept picking the blackberries. Everyone was exhausted going back home.
|
kalau udah selesai sarapan, ben dan sarah buru2 ambil boots masing2.
tahu kalo ritual kita emang gitu. setelah sarapan kita ngasih makan
ayam, dan slalu diikuti dengan jalan2 ke bawah bukit.
ben dulu masih suka minta dituntun kalo turun ke bukit. sekarang dia yg
mimpin. giliran sarah sekarang yang masi dituntun. anehnya, anak2 ini
ngerti jalan mana yg musti diambil biar nyampe ke bawah dan naik lagi
ke atas.
aku ajari ben supaya ngambil jalan yg udah dilewati sama domba2, jadi
zigzag, bukan lurus ke atas. sejak itu dia ngambil jalannya miring, ga
langsung manjat2. kan bahaya. kalo tergelincir bisa2 nyangkut di
blackberry huhuuuu...
sarah kalo udah nyampe ke seperempat bukit udah ga mau dituntun lagi.
kayaknya dia udah hapal. suka naik2 sendiri. sesekali masih suka jatuh2
hehehe... biar aja, biar kuat.
satu yang aku suka saat jalan pagi ini: latihan buatku juga. naik turun
bukit lumayan buat exercise. duluuuuu.. saat masih single mati2an saban
dua kali seminggu pergi ke gym, buat ngempesin perut. huhuuuu...
sekarang bae lah, john juga ga protes. kadang2 aku suka ngeluh sendiri
'hun, aku udah gemuk ya?' dianya malah bilang 'gaaa, gtu kok gemuk'.
aku keukeuh 'tp timbanganku ga turun2'. john bilang 'yaaaaa kan udah
nambah otot. sejak ada anak2 gendong sana gendong sini. ototnya nambah
say'. aku pikir, iya juga ya?
saat hamil anak2 dan pasca lahirnya mereka, aku sering jalan pagi,
sambil dorong mreka di pushchair. tp sekarang turun naik bukit ini bisa
jadi pengganti hihihi...
  
ben dan sarah sering lihat aku 'main' di dapur dan menghasilkan produk
yang bisa mereka makan. dari alam sekitar, mereka mengerti darimana
makanan itu berasal. saat aku metik tomat, dan di dapur aku olah jadi
toamto chutney atau tomato sauce, mereka ngerti dan bilang 'tomatoes
from the garden'. kalo lagi bikin sayur atau salad, lihat lettuce atau
bayam mereka bilang 'from the garden'. kalo lihat telur rebus mereka
bilang 'from the hens'.
kali ini, aku ajak mereka mengerti darimana makanan yang biasa mereka
makan itu berasal, termasuk dari menyediakan bahan, menggiling,
mengocok telur, dll. terus terang mereka enjoy banged. apalagi saat
nempelin sweets di atas gingerbread. wis ga mirip a man at all, yang
penting mereka seneng. danmereka emang bener2 hepi. apalagi setelah
meikmati sendiri hasil masakannya.
aku memilih gingerbread men karena suatu hari kami pergi ke cafe
setelah seharian belanja, dan ben dan sarah milih makan gingerbread
men. aku bilang nanti kita bikin sendiri ya, enakan bikinan mami
hihihi...lah emang pas dicicip keras banged jeg! yang ini resep dari
ibu mertua. udah jadul, tapi mantab!
   
Pagi ini, setelah sarapan, aku dan anak-anak pamit sama John mau ke kebun. John ga ikutan, masih ngutak ngatik komputer, kasihan deh mana lagi sakit gigi. Setelah ngasih makan ayam, kami langsung ke kebun, metik jagung dan tomat.
Jagung udah hampir pada kering batang2nya, aku kuatir dibiarkan terlalu lama bakal jadi maizena, terlalu starchy gitu. Sweetcorn kan enaknya pas lagi cempluk2 gigi2nya itu, ga peyot2 kalo udah hampir tua. Aku ma anak2 suka dimakan fresh from the cob hehehe...maniiiss deh. Sisanya aku frozen untuk bekal musim dingin entar.
Selesai metik jagung, kami beranjak ke kebun tomat. Walah udah pada jatuh2 pulak. Beberapa butir udah dipatuki burung2. Aku petik satu ember gede buat bikin chutney. Panen kali ini lebih banyak dari tahun kemaren. Barangkali karena beda tanah. Di undakan yg satu ini mulanya diberi kompos jamur, jadinya benar2 kaya nutrisi. Tahun lalu ditanam di undakan kompos dari dapur. Tapi tahun kemaren rasanya lebih manis dari tahun ini, meskipun tahun ini lebih banyak. Jenis tomat yang ditanampun beda.
Selama metikkin jagung dan tomat, Ben dan Sarah asyik nyamil. Anak2 suka sayuran dan buahan fresh. Heran aku. Kalo jagung dimakan bgitu aja wuah senengnya, kriuk2, juicy banged, mereka suka. Tomat juga gitu. Peas juga gitu. Tapi kalo udah dimasak, tuh sayuran disingkirin dari piring. Heran deh.    
Ben dan Sarah. Kadang2 mengharukan tingkah mereka. Kadang2 nyebelin juga. Sarah suatu hari ngusilin Ben. Ga tahu gimana2, bikin Ben ngadu ke aku yang lagi masak makan malam, sambil megangin tangannya. Dia bilang 'Sarah pinch'. Dan memang benar, aku lihat ada bekas merah2 cubitan di tangannya Ben. Aku ga pernah nyubit anak2, ga tahu darimana Sarah nyubit2 begitu. Kalo lagi mimik juga suka nyubit2 leherku. Kali ini Ben yang kena cubit. Aku bilang ke Sarah minta maaf ke kakak Ben sana. Eh, Ben langsung ngembangin tangannya, meluk Sarah. Sarah juga gitu sambil mulutnya monyong2 mau ngasih kiss Ben hehehe... Aku bilang yaaa bagus itu. Buru2 aku ambil kamera, di-klik dah! eh, malah tambah pasang aksi :)   
| |