arfi's posts with tag: farm

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag farm
Blog EntryAyam HibridaFeb 25, '07 7:29 PM
for everyone




Waktu pertama kali membeli ayam, kami hanya memulai dengan 13 ekor ayam yang hanya
diberi harga NZD 1 untuk semuanya. Yang empunya udah empet lihat ayam-ayam berkeliaran di kebunnya dan sudah tidak mau lagi memelihara ayam. Tapi kami tidak tahu jenis apa ayam-ayam tersebut, jadi tidak bisa merekam hibrida mana yang musti dipelihara.

Minggu-minggu pertama menginap di rumah baru mereka, belum banyak telur yang diproduksi. Kami mulai bertanya-tanya, suburkah pejantannya? Hingga akhir Musim Dingin 2004, mereka hanya memproduksi 2-5 butir saja. Tampaknya setelah masa adaptasinya

berakhir, lama kelamaan produksi telur meningkat dengan rata-rata produksi telur paling
sedikit 8 butir per hari. Dari hasil pengamatan kami, ayam-ayam ini akan sering bertelur saat Musim Dingin, dan akan berkurang produksi telurnya saat Musim Panas.

Setelah beberapa bulan menetap di rumah baru, beberapa ayam betina mulai menunjukkan tanda-tanda akan mengeram, sementara saat itu kami tidak mengetahui hibrida apa ayam-ayam yang kami beli pertama kali. Akhirnya, kami memutuskan untuk memulai hibrida ayam yang jenisnya jelas. Untuk sementara waktu, kami hanya memberi telur-telur yang diproduksi oleh mereka sendiri untuk dierami.

Kami melakukan perjalanan ke Waiuku, sekitar 2 jam dari rumah menuju ke peternakan ayam yang dikelola oleh Christine setelah beberapa kali kontak lewat email. Peternakannya sendiri termasuk home-business dan tidak dijual dalam skala besar. Beliau juga menjual mullet atau anak-anak ayam untuk pasokan ke peternakan-peternakan lain atau peternakan yang memasok kebutuhan daging di pasar-pasar. Setelah berkeliling beberapa kali, kangmas dan aku rembugan ayam mana yang kira-kira bagus sifatnya dan banyak produksinya.

Akhirnya kami memilih Plymouth Babrock, Araucauna, New Hampshire Red, dan Rhode Island.

Jadilah telur-telur itu dierami oleh induk-induk ayam dari hibrida berbeda yang mulai satu per satu going clucky (mulai masa mengeram). Alhasil dari sejumlah ayam betina yang dibeli dan sebagian besar mengeram, akhirnya kami masih harus membeli telur di pasar untuk kebutuhan rumah tangga, karena produksinya tentu saja menurun. Ayam-ayam betina yang sudah banyak memproduksi memilih untuk mengeram, sedangkan beberapa ayam betina yang masih remaja belum berproduksi.

Setelah telur menetas satu demi satu, dari situ kami memulai memelihara ayam hibrida. Tidak dalam waktu singkat. Karena dari beberapa telur yang dibeli dan dikira fertile, ternyata ada banyak juga yang gagal menetas. Untuk jenis Rhode Island, hanya ada 4 ekor yang menetas dan keempatnya ternyata jantan semua. Karena tidak ada pasangan, akhirnya kami harus menyembelih keempatnya. Lumayan, buat pasokan daging halal.

Ketiga jenis hibrida lainnya sukses hingga sekarang. Mulai dari situ kami mempelajari jenis-jenis ayam ini. Dari sifat dasar hingga kebutuhan makanan dan minumannya setiap hari sangat beragam.

Jenis Babrock yang memiliki bulu bergaris-garis ini merupakan pilihanku di daftar paling atas. Jenis ayamnya berbadan besar dan gampang jinak. Bentuk telurnya pun berbeda dengan telur ayam kebanyakan, dengan ukuran yang beragam tergantung dengan muda atau dewasanya si ayam betina. Kulit telurnya berbintik-bintik coklat halus dan gampang sekali membedakannya dengan telur-telur yang lain. Namun sayangnya, pelit produksi. Sampai sekarang kami masih hanya menerima 1 atau dua butir telur saja per lima hingga 7 hari. Anehnya, kalau dierami telur-telurnya sangat sukses menetas. Jumlah ayam jenis ini yang tadinya hanya 4 ekor, sekarang bakal menjadi lebih dari 10 ekor kalau melihat anak-anak ayam yang sedang dirawat induknya di rumah masing-masing. Ada satu hal yang harus tidak dilakukan saat mendekati ayam jantan Babrock: jangan pakai baju yang bergaris-garis atau batik, karena dia akan berubah agresif. Barangkali disangka rivalnya. Aku pernah memakai baju dari Kalimantan itu dan bercorak banyak. Aku ditendang dari belakang oleh si pejantan. Hari berikutnya aku ke sana lagi pakai kaos putih, dia tidak apa-apa. Kejadian lagi, saat Ben mau kasih makan mereka, dia pakai baju batik dari Bali. Dia pun kena tendang. Besoknya saat pakai baju non-batik, pejantannya kalem aja.

Jenis Araucauna ini berwarna abu-abu dan sangat penakut. Suka ngacir kalo didekati. Karena bentuk badannya yang kecil dan ringan, gesit sekali gerakannya. Dari sekian banyak jenis ayam ini, hanya satu atau dua ekor yang bisa didekati, hanya karena ketika masih kecil suka dielus-elus sama anak-anak. Telur ayam ini berwaran biru muda. Termasuk kecil untuk ukuran telur biasa. Paling juga di bawah size 6 (ukuran telur @60g standard NZ). Tapi sesekali kami menemukan telur-telur yang lumayan gemuk, kalau dilihat dari ukuran badan ayam kelihatannya kok terlalu besar. Sepertinya makin dewasa si ayam betina, makin besar telurnya. Ayam-ayam ini termasuk yang paling banyak jumlahnya di peternakan kami, karena memang pejantan-pejantannya subur. Jadi kalau telur-telur ini dieramkan, 99% akan menetas sempurna. Anehnya, menurut observasiku selami ini, putih telur dari ayam ini lebih banyak daripada kuningnya yang relatif mungil. Sampai saat ini, jumlah jenis ayam ini lebih dari 20 ekor dan sudah ada yang memesan 6 ekor ayam ini untuk 6 bulan ke depan sudah siap bertelur.

Jenis New Hampshire Red ini merupakan jenis hibrida yang paling populer di kalangan peternak ayam di NZ. Mereka merupakan ayam petelur sejati. Mereka memproduksi telur2 yang relatif besar dari 60g hingga lebih dari 70g. Juga tidak pelit produksinya. Setiap hari dari tiga ayam betina dewasa dapat memberi 2 bahkan 3 telur per hari. Bayangkan kalau mempunyai 100 ekor ayam betina, produksi telur bisa-bisa sebanyak jumlah ayam betina tersebut! Barangkali karena alasan itu banyak orang memilih ayam ini untuk diternakkan. Selain itu, ayam-ayam ini tidak termasuk ayam-ayam yang bersifat agresif, dan lebih gampang diatur. Dari jenis ini ayam betina dewasa hanya berjumlah 3 ekor, sedangkan yang kecil ada lebih dari 10 ekor.

Jenis-jenis ayam yang lainnya masih dicampur dengan keluarga ayam jenis hibrida yang tidak terekam sebelumnya. Masing-masing karena kami mempertahankan induk hibrida jenis tertentu sementara dia tidak ada pejantannya. Untuk sementara dicampur dulu, selagi kami mencari informasi lagi tentang jenis ayam-ayam hibrida ini.

Memberi makan dan minum mereka merupakan kegiatan yang sangat kami sukai, biarpun diakui atau tidak. Mereka sudah menjadi bagian dari keluarga, bagian dari tanah kami, yang ikut memberi kebutuhan makanan melalui produksi mereka. Selayaknya lah kami merawat mereka. Saat memberi makan, kami harus selalu mengganti air minum mereka. Apalagi cuaca sedang panas seperti sekarang ini, mereka suka banyak minum. Kandang juga dibersihkan secara berkala, tergantung dengan keadaan dan kondisinya. Tapi kami memerlukan pemeriksaan setiap minggu, kalau sudah banyak kotoran, maka harus disapu, lalu diganti jeraminya.

Ayam-ayam yang sedang mengeram kami beri kandang sendiri supaya tidak mengganggu ayam-ayam yang akan bertelur. Begitu juga setiap hibrida, mereka memilki kandang-kandang sendiri. Untuk memberi mereka keleluasaan bergerak, kami selalu membebaskan mereka berkeliaran di padang rumput. Untuk ayam-ayam hibrida yang kebetulan sharing halaman belakang, harus bergantian hari keluar kandangnya. Kalau tidak, bakal terjadi adu taji!


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 sonnenvogel.com All rights reserved.