
Saya menanam bumbu-bumbu daun (herbs)
ini hanya untuk mensuplai kebutuhan dapur. Tapi karena mereka tumbuh
dengan subur, banyak herbs yang saya berikan ke teman-teman atau
tetangga-tetangga yang membutuhkan atau dijadikan condiment semacam
pesto—seperti parsley pesto, basil pesto, dan coriander pesto.
Berikut beberapa info yang bisa saya berikan tentang tanaman-tanaman
itu sendiri, cara penanaman dan perawatan yang saya jalani dan ikuti. Saya akn coba menulis sedikit demi sedikit.
Sumber-sumber inspirasi yang saya
gunakan adalah buku-buku berkebun The Productive Home Gardener
[Denise Greg], The Ultimate New Zealand Gardening Book
[Geoff Bryant], Vegetables and Herbs with A Difference
[G.J. Binding], dan The Alternative Advisor: The Complete
Guide to Natural Therapies & Alternative Treatments
[Time-Life Books].
Parsley [petroselinum
crispum]
Parsley sudah ditanam sejak ribuan tahun yang lalu dengan
tujuan-tujuan kuliner maupun kesehatan. Termasuk dalam tanaman yang
populer dalam istilah bouqet garni yang dironce atau dipadu
dengan thyme dan bay leaf.
Tentang Parsley: Parsley sangat kaya dengan vitamin A, juga
mengandung vitamin-vitamin B, E, dan P (bioflavins) dan juga
mengandung zat besi, kalsium, phosphorus, potasium, sulfur, klorin,
sodium, magnesium, protein, lemak dan karbohidrat. Di buku yang lain
juga disebutkan kalau parsley merupakan salah satu tanaman yang
mengandung banyak vitamin C. Konon kabarnya parsley juga merupakan
obat yang mujarab untuk menghilangkan aroma bawang dan bawang putih,
dan dikunyah mentah-mentah.
G.J. Binding: 'It helps to cleanse the blood and greatly
assists the functioning of the glands.' [p.20]
Time-Life Books: 'Because it eases muscle spasms and
cramps, parsley is used as a digestive aid, and it is prescribed as a
diuretic and mild laxative. Parsley is also considered to be an
expectorant.' [p.94]
Jenis-jenis parsley yang saya tanam terdiri dari dua jenis yaitu
Italian parsley yang bedaun rata, dan parsley yang berdaun
keriting. Saya menggunakan Italian parsley untuk membuat pesto juga
untuk resep-resep masakan Italia, karena rasanya lebih tajam daripada
yang berdaun keriting. Ada juga yang disebut Hamburg parsley,
tapi saya tidak menanam jenis ini.
Cara tanam: parsley ditanam melalui benih atau dengan
tanaman muda yang dapat dibeli di nurseries, supermarket di
bagian herbs atau tanaman, atau tempat-tempat penjual tanaman (garden
centres). Saya menanam parsley lewat benih dan menyemainya di
saat Musim Semi dengan hanya menaburkan benih-benih tersebut ke atas
tanah yang sudah disiapkan sebelumnya (raking, forking the
fertiliser into the soil, watering—tidak lupa mencabut
semua rumput-rumput liar supaya tidak mengganggu pertumbuhan
parsley). Alternatif lain adalah menanam tanaman yang muda di lahan
tanah yang sudah disediakan atau jika lahan sempit, parsley bisa
ditanam di pot-pot kecil yang diletakkan di jendela atau di
beranda dapur. Jadi, tidak ada alasan kalau tidak ada lahan untuk
bercocok tanam ya!! Saat-saat penyemaian, harus diingat untuk
selalu memantau kelembaban tanah.
Tanaman ini termasuk tanaman yang gampang tumbuh, tapi membutuhkan
lahan tanam yang subur, penuh dengan mikroorganisme penyubur tanaman
dan akan tumbuh di lahan-lahan yang menerima cahaya matahari penuh.
Selain itu parsley juga bisa tumbuh di tempat-tempat yang teduh yang
hanya menerima sinar matahari pagi. Karena termasuk tanaman yang
tumbuh biennial, di tahun kedua, tanaman ini akan mulai tua dan
berbunga untuk akhirnya mengeluarkan benih-benihnya. Gunakan daun
parsley saat sebelum berbunga, for the best flavour.
Tips: Saya menggunakan parsley untuk bouqet garni, taburan,
hiasan penyajian, pesto, juga sebagai tambahan rasa. Saya selalu
mencincang parsley sesaat sebelum ditaburkan atau sesaat sebelum
masakan diangkat dari api, supaya rasa dan aromanya tidak hilang.
Tapi untuk bouqet garni, parsley harus dimasak bersamaan dengan
bahan-bahan lainnya dalam satu hot pot, misalnya saat memasak
stew.
Coriander, Chinese Parsley,
Cilantro, Ketumbar [coriandrum sativum]
Bagian tanaman yang paling banyak
digunakan dalam dunia kuliner adalah daun dan benihnya, tetapi dalam
dunia kuliner Thailand, banyak resep-resep yang juga menggunakan
seluruh tubuh tanaman, termasuk akarnya. Ini merupakan salah satu
bumbu dapur yang sangat saya sukai dan hampir setiap hari saya pakai.
Karena seringnya dipakai, saya memutuskan untuk tahun ini
memperbanyak menanam tanaman ini. Hasil tahun kemarin membuat saya
semakin semangat untuk menambah hasil di akhir Musim Panas nanti,
karena benih yang ditanam sendiri rasanya jauh lebih tajam daripada
benih-benih yang sudah dikemas di pasaran.
Daun ketumbar banyak dipakai dalam
masakan-masakan Asia, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Selain itu,
ketumbar bisa menjadi tambahan aroma dalam potpourri.
Bentuk daunnya hampir menyerupai daun
Italian parsley, dan juga sering diduga satu keluarga dengan seledri,
padahal seledri tidak termasuk jenis bumbu dapur, melainkan jenis
sayuran dan seledri berkeluarga apium, bukan coriandrum.
Batang dewasa akan tumbuh hingga mencapai 75cm sampai berbunga dan
akhirnya berbenih. Ketumbar merupakan jenis tanaman annual, artinya
setelah selesai berbunga dan berbenih, dia akan mati.
Jika ingin memanen daunnya, panenlah
sebelum tanaman kelewat dewasa. Jika ingin memanen bijinya, tanaman
harus dibiarkan berbunga sampai bunganya membentuk benih-benih baru.
Sebelum benih tersebut jatuh, benih-benihnya harus segera dipanen
saat masih lekat dengan tubuh tanaman, dan biarkan mengering di
kantung-kantung kertas.
Cara tanam: siapkan seeding
mix (campuran batu apung halus, pasir, peat, dan kompos) di atas
tampah benih, siram sampai tanah lembab, lalu tanam benih sedalam
sekitar ½ cm, lalu tutup dengan tanah lagi. Selama penumbuhan
benih, tanah harus dijaga kelembabannya dan letakkan di lokasi yang
terkena banyak sinar matahari. Setelah tanaman berdaun ketiga,
siapkan tanah di kebun, dan tanaman siap dipindahkan. Tetap jaga
kelembaban tanah.