arfi's posts with tag: notes

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag notes
Blog Entrynungging-nunggingMay 26, '08 2:28 AM
for everyone
Suatu sore, anak-anak sudah selesai mengerjakan pe-er dan diberi 'hadiah' menonton televisi Indonesia (jangan heran, kangmas menghadiahkan aku parabola sehingga kami bisa menikmati acara dari beberapa stasiun TV Indonesia yang memakai Palapa C2), dan aku sedang mengerjakan pekerjaan di dapur, menyiapkan makan malam. Tiba-tiba, anak-anak teriak,

"Mum! Mum!! Those ladies are nungin-nungin (nungging-nungging, maksudnya)!" Ben dan Sarah ketawa-ketawa sambil mempraktekkan caranya nungging-nungging. Pantatnya diayunin sana sini, persis Dewi Persik. Aku langsung nepuk jidat, hiyaaaaaaaaa!! Pasti iklan kopi mocha itu deh atau kalo ga Dewi Persik di atas panggung pas diliput infotainment.

Sejak saat itu mereka suka praktekkin 'nungging-nungging' kalo lagi dengerin lagu, padahal lagunya Baa Baa Black Sheep atau Old MacDonald Has A Farm. Coba. Anak-anak kecil aja bisa terpengaruh sama tunggingannya Dewi Persik, apalagi mas-mas sama bapak-bapak yang doyan goyang, ya.



Blog Entrytragedi kaki kambingApr 17, '08 2:11 AM
for everyone
sofie tuh nyang mulei teriak di milis soal kaki kambing hihihi... emang ovenku pintunya dah mencurigakan, ga bisa ditutup rapat. waktu manggang si kaki kambing, ada bunyi pletakkk!! keras banget. pintunya emang lagi aku buka soalnya mau ngeluarin seloyang kaki kambing yang udah jadi. pas mau ditutup lagi, lah kok malah ambrol pintu ne. huaaaaaaaaa!! kangmaaaasss!! pintu ovenku ambroooolll!

pengen nangis, mana lagi ga enak badan, eh mosok hobi yang satu ini musti distop pula? ga mauuuu!! setelah diintip2 sama kangmas, emang kaitan pintu ke per di dalem patah. mak, what did i do?

kaki kambing yang udah dua loyang kudu dikorbanin. nyang atu emang udah krenyes2, tapi yang satu loyang baru setengah matang, masih lengket di loyang, sementara yang satu lagi belum disemprot ke loyang terpaksa dihibahkan ke ayam.

aku terpaksa istirahat baking selama 1 minggu ini. sedihnya. *nangis guling-guling*

oh ya buat regina ma dito nih: nih mak percobaan gue sama lighting. i'm ****ed up. padahal lampunye dah pake eco, bo. tp kayaknya gue terlalu deket deh sama obyeknya. coba liyat deh itu pantulannya keras banget. nih yang ini nih. trus gw dah cobain hue-nya geser ke biru, tp ga berhasil ampe keras banget nih warna ambernya!



trus yang ini lumayan sih menurut gue, tp ya itu kudu ada 3 lampu kali ya supaya bisa ngilangin si bayangan. asli, gw ribet banget sama bayangan ini. ntar ah, coba2 lagi. soalnya winter dah dekat mak!



Blog EntryTerima Kasih, U-Mag!Mar 10, '08 11:00 PM
for everyone
Saya mengucapkan terima kasih kepada U-Magazine yang sudah memilih blog saya sebagai salah satu Blog dan Situs MakNyus.

Terima kasih Budi dan Pepy yang sudah menginformasikan hal ini kepada saya.

Salam Maknyus!
Arfi Binsted
The creator of HomeMadeS

Blog Entryaku harus bagi waktuFeb 9, '08 12:49 AM
for everyone
Ga gampang memang, tapi ini sudah jadi kewajiban karena Ben ga suka sekolah di tempat yang rame dan berisik. Dia suka tempat yang tenang karena dia sendiri anak yang ga berisik (Sarah lebih berisik daripada Ben). Aku sudah sering berkomunikasi dengan temen-temen yang menyekolahkan anak-anaknya di rumah. Jadi, kalaupun Ben ga suka sekolah di sekolah publik, masih ada alternatif yang disetujui pemerintah untuk bersekolah di rumah.

Tentu aku sebagai ibu yang tinggal di rumah bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak. Untuk pelajaran dasar aku masih bisa handle, tapi untuk ke depannya, kita lihat saja nanti. Kangmas dan aku akan bergantian mengajar Ben (untuk Sarah kita belum tahu karena sepertinya she doesn't mind to be in the noisy places, as she's noisy herself hehehe...

Ada juga satu kemungkinan sesuai dengan cita-citaku yang lama terpendam di dasar pikiran bahwa dengan observasi pembelajaran cognitive dan pragmatis, aku ingin bisa membuat landasan teori yang nantinya akan aku jadikan teori thesisku. Ya nih pengen banget bisa nyelesain S2, mohon doa ya. Akan memakan waktu, bisa bertahun2 denga penelitian seperti ini. Supaya ga bias, aku kontak dengan temen-temen yang juga homeschool mums dan aku memang sudah diijinkan untuk mengadakan penelitian jika diperlukan.

Jadi, intinya aku ga bakalan bisa terlalu lama online dan harus bijak lagi membagi waktu antara tugas belajar, mendidik anak-anak, kerjaan rumah, dan blogging. Iya dong, blogging ga bakal dilepas karena lewat blogging lah aku bisa mengenal temen-temen semua, menjalin pertemanan dan persahabatan. Sudah jadi sebuah saranan untuk komunikasi dan menjalin sliaturahmi, iya kan?

Untuk temen-temen di KBB, aku akan tetep menyimak meskipun ga sering-sering bisa 'ngobrol' di milis. Stay in touch, everyone!


LinkFoto di FlickrJan 20, '08 8:37 PM
for everyone
Link: http://www.flickr.com/photos/homemades/

Kumpulan foto2 di flickr.

Photo AlbumSaffron (2 photos)Dec 10, '07 12:13 AM
for everyone
To give an illustration to my recent post: Saffron: Rempah Termahal di Dunia

Blog EntrySaffron: Rempah Termahal di DuniaDec 10, '07 12:09 AM
for everyone
Saffron berasal dari kata bahasa Arab zahafarn yang berarti benang kuning. Kemasyuran saffron sudah terkenal sejak Jaman Perunggu dahulu kala. Konon di jamannya Zeus, sang Raja dari dari segala dewa-dewa Yunani, disebut-sebut kalau Zeus tidur di kasur yang diisi dengan saffron. Lalu Dionysus (disembah-sembah sebagai orgiastic god of wine di jaman Yunani kuno), yang memakai jubah berwarna sekuning saffron, pernah menyelimuti Ariadne dengan kerudung yang terbuat dari saffron demi kelestarian hidupnya.

Dalam kitab Old Testament “Song of Songs” ada sajak yang sudah berusia 3000 tahun yang menyanjung keindahan dan kemasyuran saffron sebagai rempah eksotis:
Your lips drop sweetness like the honeycomb, my bride, syrup and milk are under your tongue, and your dress has the scent of Lebanon. Your cheeks are an orchard of pomegranates, an orchard full of rare fruits, spikenard and saffron, sweet cane and cinnamon.”

How lovely!

Saffron diambil dari stigma bunga crocus sativus linneaus. Bunga mungil cantik berwarna ungu muda ini muncul di musim gugur dan memanen stigma-nya harus sebelum matahari muncul. Tidak seperti memanen kentang yang bisa memakai mesin, memanen saffron harus dengan cara stigma dipetik satu persatu dengan tangan. Memanennya harus setiap hari selama 6 minggu, karena satu rumpun crocus bisa mekar dua-tiga kali. Setelah stigma dipetik, stigma-stigma ini akan dikeringkan dalam dehydrator selama 2 jam. Untuk menghasilkan 500g saffron dibutuhkan 70.000 stigma. Bisa dibayangkan mengapa saffron sangat mahal.

Rempah ini banyak digunakan dalam masakan-masakan Timur Tengah dan Eropa bagian selatan, tidak hanya karena fungsinya yang memberi warna dan rasa/keharuman ke dalam masakan tetapi juga digunakan secara umum sebagai bahan sakramen (ingat jubahnya dewa wine Dionysus yang berwarna kuning). Seorang pengarang sajak dan puisi Homer menggunakannya sebagai perumpamaan yang serupa dengan fajar emas, dan sebagai bahan pencelup saffron digunakan sebagai alas kaki Raja Persia yang dicelup seterang warna kuning saffron.

Suplai terbesar untuk dunia masih berasal dari Iran, tetapi sekarang sudah terdapat produksi-produksi berasal dari Spanyol (disebut dengan nama zaffron), Provence dan Italia. Di Kurdistan crocus tumbuh liar di alam.

Di New Zealand, tempat-tempat yang paling bisa ditumbuhi crocus adalah daerah-daerah dengan iklim dingin, seperti di daerah Canterbury, South Island (petani pioneer NZ yang menanam crocus adalah Errol Hitt dari farm Eight Moon Saffron di Rangiora, North Canterbury, menanam sejak 1994), lalu diikuti oleh petani-petani dari farm TerrazaSaffron di Hawke's Bay, Gourmet Gold di Marlborough, dan Premium NZ Saffron di Rangiora yang menanam secara organik.

Saya sudah pernah ingin menanam crocus tetapi tidak cukup dingin untuk memekarkan bunganya, karena di tempat saya tidak sesuai iklimnya sehingga tidak cukup dingin untuk siklus hidup crocus, juga tidak mendapat salju.

Saya ingat ada perbincangan di NCC dahulu tentang saffron yang bisa dibeli di pasar lokal Ubud, Bali, saya sangat heran kok bisa ya crocus tumbuh di Ubud, padahal iklimnya tidak cocok untuk siklus hidupnya. Ketika saya hunting ke pasar Ubud, saya memang menemukan bungkusan-bungkusan 'saffron' yang sudah berupa bubuk, jadi tidak tahu persis apa betul itu saffron betulan atau palsu. Saat jalan-jalan ke Kintamani, saya ditunjukkan oleh supir hamparan bunga berwarna kuning yang dia sebut sebagai saffron. Saya bilang, itu bukan saffron sama sekali, tapi bunga African marigold/Aztec marigold (tagetes erecta). Saya jadi meragukan saffron bubuk yang tengok di pasar Ubud, karena saya sendiri belum menemukan kemungkinan crocus diproduksi lokal jika ditilik dari iklim Bali. Lebih amannya beli sajalah kemasan yang labelnya memberi keterangan tentang darimana saffron berasal, (crocus sativus linneaus atau sering disebut saja sebagai crocus sativa) diproduksi dari negara-negara yang saya sebutkan di atas tadi, atau dalam bentuk benang/stigma kering.

Pemakaian saffron tidak bisa terlalu banyak karena sejumput saffron saja sudah mampu memberi warna kuning terang dan keharuman yang unik sekali. Terlalu banyak bisa membuat makanan jadi pahit.

Berikut beberapa fakta, memilih dan menggunakan saffron:

  • Makin merah benang saffron makin kuning warna yang akan dihasilkan.
  • Saffron untuk suplai kebutuhan kuliner di dunia ditanam di Spanyol, Iran, Kashmir, India, Italia dan Yunani, sementara negara-negara lain yang menanam saffron hanya dalam skala kecil.
  • Saffron dikemas dalam bentuk stigma kering, ujung stigma yang dipotong, atau bentuk bubuk.
  • Kualitas saffron tertinggi adalah berwarna merah gelap, dan tidak belang-belang. Aroma flora-nya segar.
  • Saffron bubuk berwarna lebih terang dari benang. Makanya harus diwaspadai kemungkinannya dicampur dengan bubuk kunyit. Belilah produk-produk dari negara-negara di point ke 2.
  • Waspadai saffron berasal dari Meksiko dan beberapa wilayah di Timur Tengah karena yang disebut saffron ternyata adalah yang berasal dari kelopak bunga Krisan (chrysanthemum) yang tidak beraroma atau tidak berwarna terang. (Waspadai juga saffron yang berasal dari Ubud, Bali, karena yang disebut saffron adalah kelopak dari African Marigold)
  • Saffron akan pudar warna dan wanginya kalau sudah terlalu lama disimpan, jadi sebisanya digunakan dalam kurun waktu setahun setelah saat produksi.
  • Simpanlah saffron di dalam toples gelas di tempat yang sejuk dan tidak lembab.
  • Untuk mendapatkan warna yang lebih, saffron dapat ditumbuk.
  • Sejumput (12-15 benang saffron) cukup untuk masakan porsi 4-6 orang.
  • Rendam saffron dalam air panas selama mungkin sebelum digunakan. Untuk membuat cairan dari saffron, masukkan saffron ke dalam mangkuk lalu siramlah dengan 6 sendok makan air panas.
  • Makin banyak memakai saffron makin gelap warnanya, tetapi disarankan memakai saffron jangan terlalu banyak untuk menghindari hasil masakan yang pahit dan keharuman yang terlalu kuat.


Barangkali sudah bisa terlihat dari posting-posting yang sudah aku tulis di HomeMadeS yang aku cross-posting ke FoodnGarden kalau aku suka mengikuti event-event foodie blogger sedunia. Sebetulnya banyak sekali event-event yang digelar setiap bulannya yang agendanya bisa dilihat di Is My Blog Burning (IMBB) dan banyak pula event-event yang menarik yang bisa menjadi ajang memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia, dalam hal ini dunia kuliner.

Sebagai foodie blogger dan sebagai salah satu anak Indonesia yang baik (meskipun sudah menjadi warga negara NZ bukan berarti aku tidak patriotik dan meninggalkan budaya bangsaku—tolong jangan dianggap sebagai provokasi nasionalisme dan sebagainya, aku tetap mencintai budaya bangsaku dan tanah airku, sedih juga saat temanku sejak kecil menuduh aku ga patriotik saat aku kabari dia bahwa aku sudah jadi warga negara NZ, padahal aku ga korupsi, ga menggunakan uang rakyat untuk menimbun kekayaan lah aku sendiri rakyat kok, aku juga bukan anggota teroris, aku masih masak masakan Indonesia, memperkenalkan dan menanamkan budaya Indonesia dalam keluarga, kok ya bisa dia menuduh aku ga patriotik?), aku pengen rasanya dan sebisanya menurut kemampuanku mempromosikan Indonesia lewat lahan yang aku kenal dan akrabi sejak hampir 6 tahun terakhir ini. Perbedaan budaya sangat memberi peranan besar sebagai bahan perbandingan dan arena perluasan pengetahuan, dan menurutku semakin banyak menggali, semakin bertumpuk keleluasaan untuk mempromosikan budaya sendiri.

Seperti salah satu episode event Waiter, There's Something in My... yang digelar di dapurnya Johanna tempo hari, aku memposting Putri Mandi dan mendapat perhatian yang lumayan karena entry-ku termasuk stand out, beda dengan yang lainnya. Selain itu masih secara reguler aku memasak masakan dan makanan Indonesia yang aku posting memakai bahasa Inggris (contohnya Exotic Spiced Indonesian Chicken sempat di-feature di newsletter oleh Mbak Lina Cantwell dari KPC Melati) meskipun tidak dalam rangka mengikuti sebuah event. Tujuanku cuma satu: memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia, supaya dunia tahu bahwa Indonesia bukanlah cuma negara yang kacau balau dengan bom bertebaran dimana-mana, korupsi setiap saat dan polusi yang ga kunjung habis atau banjir akibat tata kota yang semrawut. Dengan tujuan ini aku sangat mengharapkan kalau ada orang-orang yang akhirnya tertarik mengunjungi Indonesia apalagi kalau mereka berniat berwisata kuliner di Indonesia, minimal tahu deh kalau kuliner Indonesia itu luas dan beragam, yang tidak hanya mengenal Jakarta dan Denpasar, tapi juga daerah-daerah lainnya.

Salah satu teman Barbara pernah meminta daftar restoran, warung atau cafe yang bisa didatangi saat dia mengunjungi Makassar, makanya waktu itu aku teriak di NCC, dan Ellen akhirnya memberi informasi yang sangat dihargai oleh Donna temennya, Barbara. Juga salah satu pembaca blogku, namanya Ryan, mengirimkan email meminta informasi tentang makanan yang gluten-free di Indonesia dan aku bilang makanan tradisional Indonesia macam Bubur Sumsum yang aku sertakan dalam event Sugar High Friday dan waktu itu sedang diselenggarakan di dapurnya Jennifer, si kreator SHF itu sendiri, itu termasuk gluten-free, juga jajanan pasar kebanyakan dibuat dari tepung beras dan tepung ketan. Nah, berarti kan ada aja orang yang berniat mengunjungi Indonesia. Ada juga salah seorang blogger dari Filipina sudah mengunjungi Bali dan menemukan blogku, dia bilang sudah ingin mengunjungi Bali lagi karena baru tahu tentang cafe-cafe yang aku sebutkan di blog. Who knows?

Sering gregetan juga sih ya, soalnya di majalah-majalah cuisine internasional selalu mengadaptasi masakan-masakan Thailand atau Vietnam, dan yang selalu populer adalah masakan Cina, tapi mana sih masakan Indonesia? Mereka hanya tahu gado-gado dan sate meskipun Singapura justru suka menjadi alternatif nama lain dalam memperkenalkan sate atau mie goreng, padahal kan di tempat kita bejibun cara mengolah sate dan mie. Ga tahu juga sih ya sate itu datengnya dari mana, apa karena pengaruh Timur Tengah (kebabs)? Padahal ragam kuliner kita justru lebih beragam, lah wong terbentang dari pulau Sumatra hingga Papua kan? Banyak lagi budayanya.

Meskipun blogku tidak termasuk populer dengan comment puluhan/ratusan atau pengunjung ribuan, diliput media massa, atau termasuk top rank di perkumpulan blog-blog Indonesia, setidaknya aku sudah dan akan tetap teriak di arena internasional bahwa inilah Indonesiaku, inilah budaya bangsaku. Siapa tahu dengan cara ini bisa mendukung program pariwisata Indonesia lewat wisata kuliner. Iya kan?

Jadi, ga ada salahnya kok teman-teman mengikuti event-event foodie blogger di dan dari berbagai belahan dunia. Bisa dilihat kok event-event mana yang ada celah-celahnya untuk mempromosikan budaya Indonesia. Hitung-hitung sebagai bentuk dedikasi kepada bangsa. Yuk, kita blogging tentang masakan nusantara supaya dunia tertarik dengan kuliner Indonesia!



Blog EntryTiket Masih Mahal!Oct 28, '07 9:42 PM
for everyone
Aduh, beneran deh kangmas. Aku sempat low banget waktu sakit kemaren, weepy pula. Aku betul-betul kangen sama Ibunda, tapi malu ngakui dan masih keder naik pesawat bareng anak-anak. Abis mereka belum pada gede sih, aku pengennya pulang saat mereka udah 7-8 tahun, gitu supaya ga sakit-sakitan kalo dibawa pulang. Tapi hari gini akunya ternyata udah kangen berat sama Ibunda.

Kalo ga di-sms Ibunda sakit lagi kemaren itu aku ga bakalan nangis dan kepikiran. Ibundaku kena stroke lagi, meskipun ringan dan hanya butuh istirahat total di rumah. Gitu tuh ibundaku kalo kecapekan pasti kambuh deh. Mana Papaku masih sibuk kerja di lokasi-lokasi perminyakan, bahkan beliau sampai ke Tarakan, Kalimantan segala. Ibundaku ditinggal di rumah cuma dengan Mpok Nur doang, tetangga yang suka bantu-bantu di rumah.

Abis Lebaran kemaren Ibunda ternyata terlalu capek, meskipun ga kuat puasa, tapi beliau mempersiapkan Lebaran untuk tamu-tamu dan adik-adikku berikut keluarga masing-masing. Aku bilang ya mustinya Ibunda sudah ga bekerja terlalu keras lagi, kalo bisa istri-istri adik-adik itu yang bantuin Ibunda nyiapin masakan di rumah. Ya dirantangin kek, diajak makan malam bersama kek, ya dianggap lah seperti ibunda sendiri. Aku ga ngerti deh kenapa musti ada kesenjangan antara ibu mertua dan anak menantu. Padahal sama-sama ibu dan anak. Ibuku bukan jenis ibu yang cerewet atau suka bentak-bentak, tapi beliau sangat lembut dan ga pernah marah. Tapi ya itu saking lembutnya anak-anak menantu beliau ga perhatian sama beliau dan beliau oke-oke aja. Padahal beliau itu butuh perhatian yang banyak, apalagi kalau lagi ga sehat.

Mengingat itu, aku ceritain ke kangmas dan kangmas bilang kita harus pulang untuk kunjungi Ibunda. Meskipun visa cuma kasih tiga minggu, ya lumayan lah untuk memberi harapan pada Ibunda kalau kami sangat mencintai beliau. Waktu pulkam tahun lalu beliau sempat kena stroke dan membaik saat kami kunjungi. Jadi, kunjungan kami barangkali bisa disebut sebagai sugesti kesembuhan beliau, at least she'll feel much better lah.

Cuma sekarang, kalo mau pergi akhir tahun ini, dimana-mana tiket mahal banget. Karena Garuda udah ga terbang langsung Jakarta-NZ, kami jadi susah, musti memilih penerbangan transit. Ada satu penerbangan yang mengharuskan kami transit di Sydney-Perth-Jakarta, lalu nyambung Jakarta-Palembang. Sementara yang ke Singapura juga ongkos tiketnya mencapai NZD 2,300! Bayangin, itu cuma satu kepala. Kami berempat, aku dan kangmas full fee, Ben dan Sarah 75%.

Akhirnya aku bilang aja ke kangmas kalo kita tunggu aja sekitar bulan April-Mei, seperti biasalah kalo pulang. Kapan ya Garuda terbang lagi ke NZ? Mas Garudaaaaaaaaaaaaaa!!!

Jadi, insyaAllah nih temen-temen aku akan pulang kampung sekitar April-Mei tahun depan. Emang rencananya aku akan berlama-lama di Palembang, nemenin Ibundaku, karena memang tujuan utamanya ya nengokin Ibunda. Tapi seminggu terakhir aku pasti kembali ke Ubud. Nath masih di Ubud kan? Esti dan temen-temen KPC Melati, kita rencanain ketemuan yuk?

Photo AlbumSelamat Idul Fitri (1 photo)Oct 10, '07 9:42 PM
for everyone
Teman-teman,

Saya dan keluarga mohon maaf lahir dan batin jika ada kesalahan yang disengaja atau tidak, yang disadari atau tidak. Mudah-mudahan kita semua diberkahi panjang usia sehingga kita bisa bertemu lagi dengan Ramadhan dan kembali merayakan hari yang Fitri.

Hugs.

Blog EntryDari Ibu untuk Ibu-Ibu!Sep 30, '07 8:52 PM
for everyone
Saya makin hari makin prihatin dengan harga-harga barang yang makin melonjak naik menjelang Lebaran di tanah air. Di salah satu stasiun TV di Indonesia, ada seorang ibu yang diwawancarai jika biasanya belanja sepuluh ribu rupiah bisa dapet 10 macam sekarang cuma bisa dapet 5 macam saja. Padahal biasanya yang dibeli itu bumbu dapur. Cabe merah naik, bawang merah/putih naik, jahe/lengkuas naik, yaaa apa-apa naik, belum lagi harga beras, minyak goreng, kacang tanah, dan lain-lainnya. Gimana bisa Lebaranan tanpa ngutang ya kalo begini caranya.

Kalau kita lihat secara utuh, keperluan bumbu-bumbu dapur itu merupakan kebutuhan yang esensial di dapur Indonesia. Coba bayangin, dapur mana sih yang tidak menggunakan bumbu2 dapur berempah di Indonesia? Coba bayangin juga, rasanya seneng banget ya kalo bisa menanam apotek hidup itu di rumah sendiri, jadi jika memerlukan bahan-bahan tersebut, tinggal petik! Jika harga bumbu2 dapur naik kan biaya yang tadinya untuk bumbu2 itu bisa dialihkan ke biaya yang lain.

Have you got the point?

Tapi, selaluuuuu aja ada alasan (pasti) tidak pandai berkebun, don't have green thumbs, ga punya waktu, lahan ga luas. Bu, yang penting niat dan kemauan, semua pasti ada jalannya.

Contohnya, ga punya lahan luas, bisa memakai pot sebagai lahan tanam. Pot kan ga musti beli, pakai aja dari kaleng bekas susu, bekas biskuit, atau bekas ban mobil, yang ada di sekitar kita ga dipakai lagi, deh. Atau kalau rajin bisa bikin trough atau pot bunga dari kayu, ya segi panjang atau kubus, bagus juga sebagai lahan tanam. Apalagi kalo luarnya sampai dicat warna-warni, indah juga ya! Pake ranting-ranting tanaman yang dijalin atau disusun di sekeliling media tanam juga bagus, Bu. Yang penting kreatif, deh.

Masalah tanah yang penting adalah kompos. Ibu, sampah bekas daun, bekas ngupas jahe, kulit bawang, serutan kulit wortel/kentang dan sebagainya itu kan bisa dijadikan kompos. Kalau mau serius, bisa membuat satu kotak sampah untuk kompos di halaman belakang. Sampah dari dapur itu bisa dimasukkan di sana, beri lapisan tanah (bagusnya kalau tanahnya mengandung banyak cacing karena cacing2 inilah yang nantinya membantu 'memakan' sampah2 tersebut bersamaan dengan mahluk-mahluk kecil sahabat kompos yang disebut mikroorganisme), lalu jangan lupa ditutup. Begitu terus jika Ibu-ibu punya sampah dapur lagi tumpahkan ke kotak kompos lalu timbun dengan satu lapisan tanah, sampai kotak penuh. Kalau sudah penuh, Ibu atau tukang kebun atau bisa melibatkan seluruh keluarga bisa bergantian membalik-balik sampah dan tanah tadi yang didiamkan beberapa minggu. Dan kalau suatu hari Ibu melihat kotak kompos Ibu berisi tanah yang hitam, berarti Ibu sudah berhasil membuat kompos sendiri dan kompos sudah siap digunakan, Bu!

Selain dengan cara di atas, Ibu juga bisa mengubur sampah dapur di dalam tanah yang kemudian ditutup lagi, lalu tanami atasnya dengan apotek hidup. Gampang kan, Bu? Ini kan salah satu cara untuk mengurangi beban sampah kota, Bu! Jika dimulai dari Ibu, lalu sudah berapa banyak rumah tangga yang akhirnya menyelamatkan Indonesia dan memperbaiki lapisan Ozone di atas sana hingga dapat menyelamatkan dunia dari ancaman global warming? Kita kan tidak mau anak-anak kita mengalaminya, aduh, seram membayangkan anak-anak harus merasakan akibatnya! Sementara kita masih bisa setidaknya memperlambat lapisan itu makin menipis dengan membangun kembali reboisasi, mulai dari rumah tangga kita, Bu. Jika dimulai dari kita dan menjadi kebiasaan di lingkungan, anak-anak pun akan terbiasa memelihara dan merawat lingkungan, insyaAllah, Bu jasa Ibu akan selalu mendapatkan tempat di hati mereka. Kita juga membantu bumi kita ini tetap hijau, Ibu! Mulai dari kita, Bu, mulai dari kita!

Oke, gimana dengan tanamannya, kan musti beli bibit? Lah iya, semua tanaman kan musti dimulai dari bibit. Tapi tergantung dengan apa yang ditanam juga sih, Bu, ga semua musti beli dari nurseries. Kalau Ibu mau tanam bawang putih, coba ambil salah satu siung bawang putih dari induknya, lalu iris. Jika Ibu menemukan tunas hijau di dalam bawang putih tersebut, berarti Ibu sudah menemukan bibit bawang putih yang sudah siap ditanam. Tunas berwarna hijau itulah yang nantinya akan menjadi induk dari siung-siung bawang putih berikutnya. Begitu juga dengan bawang merah, bawang bombay atau bawang merah Spanyol, Bu. Nah, Ibu tinggal menanamnya di dalam pot-pot Ibu atau di pekarangan rumah Ibu, di sela-sela tanaman mawar Ibu, atau tanaman-tanaman apotek hidup lainnya.

Kalau mau tanah sereh, bisa dengan merendam sereh hingga akarnya kelihatan keluar dari bawah. Sereh siap tanam, deh. Atau bisa saja Ibu langsung menanamnya di pekarangan yang sudah diberi pupuk kompos tadi, Bu. Ibu bisa bereksperimen sendiri, misalnya dengan menanam beberapa apotek hidup berdampingan, seperti sereh, jahe, lengkuas, cabe, dan kunyit.

Untuk apotek-apotek hidup berakar seperti jahe dan lengkuas, jika tanahnya sudah gembur, bisa langsung ditanam di pekarangan, Bu. Kan mereka suka dengan suhu udara tropis, pasti cepat deh tumbuhnya. Asal rajin menyiram saja, Bu.

Ya kalo Ibu tidak sempat menyiram, kan bisa giliran dengan anak-anak Ibu, tukang kebun Ibu (jika ada, Bu), atau suami Ibu, semua dilibatkan, toh ini juga kan untuk keluarga.

Kalau Ibu antusias, Ibu juga bisa kok menanam tomat dan cabe. Bibitnya bisa diambil dari tomat-tomat atau cabe-cabe yang Ibu beli di pasar-pasar. Untuk menjadikan bibit, buahnya dibiarkan kering dulu, Bu baru bisa disebar. Atau kalau Ibu mau sih beli saja Bu bibit-bibitnya di toko tanaman khusus, ada ga ya di Indonesia? Pasti ada kan nurseries semacam itu?

Jika sudah maju, Ibu bisa menanam kacang panjang, buncis, singkong, aduh semua deh Bu! Jadi, biaya untuk belanja sayuran kan jadi tidak terlalu padat lagi, Bu. Ibu tinggal memetiknya di kebun sendiri, senang kan Bu?

Waaaahhh, aku ga suka cacing, takuuutt!! Aduh, Bu, cacing itu kan tidak menggigit. Coba pikir lagi, gedean mana cacing sama Ibu? Coba Ibu jadi cacing, pasti cacing udah takut banget sama Ibu, wong Ibu disangka raksasa hehehe... Kalo memang ga mau tangannya kotor ya pake sarung tangan dong, Bu. Kan ada sarung tangan untuk berkebun (gardening gloves). Lagipula kan kalo tangan kotor ya tinggal dicuci pake sabun anti kuman dan air yang bersih, kan tangan bisa dipake lagi.

Trus, kalau tanamannya terserang penyakit, gimana? Biasanya tanaman apotek hidup tidak sering-sering dihinggapi penyakit, paling-paling kalo jahe misalnya akan mati jika terlalu banyak disiram, karena bisa menyebabkan akarnya busuk di dalam. Lagipula, Ibu bisa saja mengkonsultasikan masalah penyakit tanaman kepada orang-orang pertanian. Dengan begitu Ibu makin banyak dan luas pergaulannya, dari berbagai kalangan, jangan cuma kalangan jet set aja ah, Bu!

Memang semuanya membutuhkan waktu dan kerja keras karena tanaman tidak akan tumbuh jika kemauan Ibu separuh jalan. Tapi kepuasannya sangat berharga. Ibu jadi lebih dekat dengan alam, dan anak-anak juga belajar mengenal alam (jadi ga terlalu banyak nonton TV atau main video games, sambil nyemil pula, bahaya, kalo ga hati-hati bisa obessed! Hiiiii...!!), Ibu juga makin segar dengan berolah-raga berkebun menyegarkan paru-paru Ibu, pekarangan rumah tidak hanya cantik tapi bermanfaat. Perasaan hati ga bisa dilukiskan kebahagiaannya jika melihat tanaman tumbuh dari nothing to something. Ibu, nanti Ibu merasakan sendiri, deh.

Selamat bekerja keras, Ibu: do the best for your family!

Disclaimer: It's not a subject to disrespect the work of farmers globally. It is the subject of being creative and helping a household managing their financial balance to something more useful than just to spending so much while one should be able to be self-sufficient, moreover, it is a way for the children to learn where the foods are from (they're from the plants, darling, not from the supermarket).



Blog EntryTerimakasih Ucapannya, Temans!Jul 4, '07 6:07 PM
for everyone
Dear temen-temen MP,

Terimakasih atas ucapan selamat dan doanya, baik lewat personal messages, SMS, telpon, dan kartu-kartunya. Saya sangat menghargai perhatian dan kasih sayang teman-teman semua.

Di hari bahagia ini, kami hanya makan siang bersama Mum-Dad dan sahabat dekat. Tidak ada kemewahan, tidak ada hingar-bingar suara musik dari stereo. Tapi ini adalah cara yang saya inginkan.

Dari setiap ucapan dan doa yang dihantarkan kepada saya, saya merasakan betapa saya mendapat tempat di hati teman-teman, membuat saya merasa dihargai dan merasa menjadi 'seseorang' bagi teman-teman sendiri. I feel ALIVE!

Terima kasih, dan semoga Allah SWT membalas setiap doa tulus dari hati teman-teman semua dengan pahala yang serupa dengan keikhlasan doa itu sendiri. HUGS to you all.

Blog EntryMultipliers di AucklandJun 1, '07 5:31 AM
for everyone
Kenalin-kenaliiiinn. Selain FoodnGarden, ternyata sekarang sudah bermunculan para MPers baru di Auckland dan sekitarnya!

Fera di http://ferafreeman.multiply.com
Mbak Titiek dan Mas Frist di http://kampoengauckland.multiply.com
Eva di Tauranga di http://evaerwan.multiply.com
Leah di Manurewa, aku lupa alamatnya, abis blio jarang update, sibuk euy di cafenya.

Siapa lagi ayooo mbak-mbak di North Shore. Eh, tempo hari kan mbak Rina ada blog, kemana tuh? Ivon, ayo Vooonn!!! Nulis-nulis resepnya. Itu kan nasi briyani tempo hari enak, Von!!

Blog EntryIde Masak untuk A Taste of YellowApr 18, '07 3:31 AM
for everyone
Temen-temen, ide untuk event ini bukan yang diberi pewarna kuning, tapi merupakan makanan/masakan yang dimasak/panggang dari bahan masakan yang berwarna kuning. Ini beberapa ide yang bisa dibikin dari bahan2 berwarna kuning.

Lemon:

  • Lemon cake/loaf/muffins/cupcake

  • Lemon slice/tart/pie/meringue pie

  • Lemon curd/curd cake/curd muffins

  • Lemon couscous

  • Lemon souffle

  • Lemon cheesecake

  • Lemon pudding

  • Lemon biscuits/shortbread

  • Lemon preserve/lemon steeped oil (& herbs, kalo suka)

  • Limoncello (dibikin dari lemon dan vodka atau gin)

dll.

Orange:

  • Orange sorbet/granita

  • Orange pancakes with orange sauce

  • Orange cake/cupcakes/savarin/muffins/loaf

  • Orange curd/curd cake/curd muffins

  • Orange & Vanilla ice cream

  • Orange cheesecake

  • Orange brulee

    dll.



Telur:

  • Savoury/Party eggs

  • Omellete

  • Frittata

  • Scrambled eggs

  • Eggs Benedict

  • Pindang Telur Kuning

  • Sate telur puyuh

  • Telur goreng/ceplok

    dll.



Saffron:

  • Paella with saffron

  • Fish/Seafood chowder/soup

  • Saffron cake (with dried figs)/muffins/friands

  • Saffron rice

dll.



Pisang:

  • Banana Smoothies

  • Banana cake/loaf/muffins/cupcake

  • Banana splits & Ice cream

  • Pisang goreng (tempura, traditional atau modifikasi)

  • Pisang keju

  • Talam pisang

  • Borongko

  • Kolak pisang

  • Pisang epek

  • Sanggara Uwai

dll.



Nenas:

  • Selai nenas

  • Nenas goreng

  • Setup nenas

  • Rujak nenas/salsa

  • Sambal nenas goreng teri, sambal nenas mentah

  • Sorbet nenas/granita/es krim

    dll.



Keju:

  • Highlight keju kesukaan berikut foto, alasannya, dll

  • Camembert goreng

  • Fried haloumi and rocket salad atau modifikasi deh

  • Cheese Button

  • Cheesecake apa aja

  • Tiramisu

  • Cheese tart

  • Cheese pies (pake filo pastry isi mozarella, bocconcini atau Edam dan herbs kalo suka)

  • Cheese sauce (pake untuk omellete gunakan blue cheese, enak banget!)

    dll.



Silakan ya! Mudah2an nambahin ide.




Blog EntryKangenApr 15, '07 4:04 AM
for everyone

  • Nasi rames Airmolek (Lirik-Riau): nasi, gulai daging, lado ijo, paru goreng, lalap daun singkong, udang goreng ala Padang.

  • Rendang daging: yang banyak rempah-rempah, wangi daun jeruk, dan hitam!

  • Sambal ijo-nya Honest: waktu ketemuan di Depok tempo hari Honest bikin sambal ijo, ih enak deh, ga pedes dan ga manis, pokoknya just RIGHT!

  • Empek-empek isi tumis pepaya muda: asli cuma mang siapa-namanya-itu-aku-lupa yang cocok sama seleraku, apalagi suka dikasih bonus kalo beli banyak hehehehe, dijual pake sepeda keliling, totet totet naaaaaaaahhh, itu diaaaaaa!

  • Pepes ikan mas-nya Mak Iyam: sumpah, kemanginya yang bikin aku temehek! Mak Iyaaaaaaaaaaaaaam! Pindah ke NZ doooooooonggg!

  • Tempe goreng tepung: bikinan Ibunda. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Rasa ketumbar dan baputnya itu yang bikin ga brenti nyemil!

  • Rujak mie: kalo di rumah bikin rujak mie ini pake mie segar, disiram cuko empek-empek versi encer, cacahin ketimun, maem pake kerupuk ikan. Ga nahaaaaan!!

  • Lemper: yang isi abon daging sapi, favoritku! Mau bikin sendiri ga punya beras ketan, trus abonnya dari manaaaaaaaaaaa! Kasihan deh aku!

  • Bongkol: nah yang ini asli bikinan Prabumulih yang suka dijual di stasiun-stasiun bensin di Prabu, beras ketan dicampur dan dikukus sama kelapa segar, sedikit asin, kadang dicampur sama kedele item, dan dibungkus pake daun kelapa.

  • Lupis: bikinan pasar Pendopo, kenyal dan harum daun pisang, ditaburi parutan kelapa segar dan disiram pake kinca, haduh!

  • Pecel: yang banyak kencurnya, kangkungnya, saus kacang kentalnya, minus lontongnya!

  • Daging Malbi: bikinan tante, legit, gurih, RICH!

  • Nasi liwet di Cieumbeuleuit: pake beras merah, masih anget ngepul-ngepul dimasak di langseng bambu, bareng ikan asin jambal, sate jeroan, buntil, sambal uleg (ga pedes loh!), ga mahal pula!

  • Wajik ketan: yang kerasa santannya, legit, dan ga keras, mau banget!


Teman-teman, kangenkah dengan makanan/masakan favorit masing-masing? Hayoooo ngakuuuuu!!!

~kangen berats tapi ga bisa pulang belum ada budget hiks~



Blog EntryNZBBP-Easter EditionMar 14, '07 5:31 PM
for everyone
Rekan-rekan seperjuangan di seluruh penjuru New Zealand, yuk ikutan New Zealand Blogging By Post Easter Edition yang akan segera dilaksanakan dan diselenggarakan oleh Emma dari blog Laughing Gastronome yang bertempat tinggal di Wellington. Kalau berminat silakan kirim email ke laughinggastronome (at) gmail (dot) com untuk mendaftar.

I'm so excited!!

Blog EntryKabar DadMar 12, '07 1:13 AM
for everyone

Dad terserang pneumonia ringan dan juga dementia sebagai dampak dari alzhemier's disease. Saat kami menjenguk ke rumah sakit, beliau kelihatan sangat gembira melihat kami semua, terutama melihat anak-anak. Mum bilang Dad kelihatan lebih bercahaya ketika anak-anak datang. Beliau sempat tersedu-sedu begitu kami memeluk beliau. Kelihatan sekali beliau sangat tertekan berada di rumah sakit.


Paling buruk lagi adalah saat kami harus mengirim beliau ke rest home, sebuah rumah sakit jompo yang khusus menangani orang-orang tua yang mengidap beraneka penyakit. Miris sekali aku lihat pemandangan di sekeliling rumah jompo itu. Aku sangat yakin Dad pasti tidak akan betah tinggal di sana. Gimana mau bisa betah wong di mana-mana yang dilihat orang-orang sebaya beliau yang sebagian besar keliling pake kursi roda dengan infus. Sedih sekali.


Pulang dari rest home, kangmas bilang “hon, please remember today. If I get sick like Dad when I'm very old, I don't want to be sent to a rest home. Just let me wonder off at home.” Aku janji saat itu juga aku akan rawat kangmas seburuk apapun keadaan beliau, insyaAllah kalau aku panjang usia. Dan aku bilang ke kangmas aku yakin Dad juga berperasaan yang sama. Pasti beliau ingin pulang.


Keadaan beliau sendiri tidak separah dengan keadaan para lanjut usia di rest home tersebut. Beliau masih kuat jalan dan bisa menyuap sendiri. Meskipun beliau secare mental mulai drop sedikit demi sedikit, tapi alangkah baiknya merawat beliau sendiri sampai di akhir perjalanan beliau.


Jadi, tidak kaget buatku saat hari Sabtu kemaren Mum dan Jan menjemput Dad kembali ke rumah. Hanya kemudian terjadi kesalahpahaman di keluarga. Karena ada beberapa pihak yang menginginkan beliau di rest home sementara kami cukup bahagia merawat beliau di rumah. Toh dari pihak rumkit itu sendiri akan menyediakan beberapa peralatan untuk membantu beliau jalan dan menyediakan seorang spesialis yang akan terus memantau keadaan beliau.


Barangkali kecil sekali kemungkinan beliau akan sembuh tapi setidaknya melihat beliau berada di tengah-tengah keluarga memberi satu kebahagiaan yang bisa beliau rasakan di ujung perjalanan hidup beliau. Aku siap membantu, kapanpun Mum inginkan dan perlukan, lagipula kami tidak tinggal jauh.


Sekarang aku hanya berharap kalaupun keadaan Dad tidak menjadi lebih baik, kami sudah memberikan yang terbaik yang bisa kami lakukan untuk beliau. Sebagai wujud kasih sayang dan bakti kepada orang tua. InsyaAllah ya teman, Dad akan tetap bahagia berada di antara kami dan kami diberi kekuatan dan kesabaran merawat beliau hingga akhir hayat. Amin.



Aku ucapkan terima kasih sekali kepada teman-teman yang menyampaikan rasa prihatin dan perhatian kepada kami. Semoga semua doa sampai kepada Allah dan pahala dikirimkan kembali kepada teman-teman semua. Hugs.



Blog EntryIkut Berduka CitaFeb 27, '07 11:05 PM
for everyone

Sore ini (Pagi waktu Indonesia) kami menonton tayangan-tayangan liputan tentang penemuan beberapa mayat lagi dari korban tenggelamnya kapal Levina I, diantaranya Mohammad Guntur Syaifullah, cameraman SCTV.

Kami mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga Allah menerima arwah para korban di sisiNya. Dan semoga semua keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan tawakal. Amin.

Keterangan foto: Diambil saat tayangan liputan6-SCTV hari ini di pemakaman Mas Guntur.

Blog EntryKulit Hitam Siapa Takut?Feb 22, '07 5:38 PM
for everyone

Lihat iklan-iklan di televisi Indonesia, jadi ngikik sendiri. Kalo diliat-liat lagi, banyak sekali ya produk-produk pemutih kulit. Coba bayangin dari sekian puluh produk kosmetik pemutih kulit, ada berapa juta wanita yang benar-benar bisa membuat kulitnya berubah putih (kayak si Jacko—bisa bule begitu kulitnya pake pemutih kulit berapa ton ya?), dan berapa ratus juta wanita yang tidak berhasil lalu kecewa dan rendah diri karena kulitnya tidak kunjung putih?


Sementara melihat iklan-iklan di sini (NZ) banyak sekali produk-produk penghitam kulit bahkan banyak salon-salon yang menyediakan sunbed atau tanning spray segala macem. Dunia ini ya, terbalik-balik. Wanita berkulit hitam ingin putih, sementara wanita berkulit putih ingin hitam. Wanita berambut hitam ingin pirang, wanita berambut pirang ingin jet black. Kapan sih kita para wanita bisa bersyukur menikmati kelebihan dan kekurangan masing2.


Saat remaja, para wanita berkulit putih sangat disanjung di lingkunganku. Sepertinya cowok-cowok di sekolah selalu mengidolakan cewek-cewek berkulit putih. Adik-adikku juga naksirnya sama cewek-cewek berkulit putih. Sepertinya aku dipojokkan di sudut abu-abu: go away, you're dark, you don't belong here.


Suka tersinggung kalo ada preman-preman di pinggir jalan nyanyiin 'item manis item manis yang item manis...' kalo aku lewat di depan gerombolan mereka. Dih, pengen banget nimpuk!


Akibatnya, aku jadi korban produk-produk pemutih. Berapa banyak ya botol-botol lotion yang habis gara-gara pengen putih? Suka jadi olok-olok orang-orang di sekelilingku kalau aku ini hitam legam. Sedih juga sih, ya mau apa lagi, wong memang begini warna kulitku. Apalagi saban hari ke sekolah selalu jalan kaki yang beratus meter jaraknya ke angkot dan Palembang itu panas, sodara-sodara. Gimana gue ga jadi 'kelet' (kata orang Palembang).


Jadi korban produk-produk pemutih tidak menjadikan kulitku berubah putih. Mana bisaaaaaaa!! Memangnya perlu dikeruk supaya jadi putih? Atau operasi plastik? Ga kepikiran. Pernah rendah diri juga sih, apalagi waktu remaja kan suka banget temen-temen membanding-bandingkan kulit siapa yang lebih putih. Aku suka lari aja kalo dah rame-rame pada duduk sama-sama. Mending main basket deh di luar, atau ke perpustakaan dimana ga ada orang-orang yang peduli aku hitam atau putih.


Di sini sekarang cuaca sedang panas-panasnya. Kebunku kering, padang rumput mengering, yang ijo jadi coklat, dimana-mana sprinkles menuhin padang rumput untuk suplai air dan merawat padang rumput tetep ijo. Aku sering berkebun belakangan ini buat mencabuti rumput sekaligus bunga-bunga yang sudah berbenih dan kering. Berkurang sekali pemandangan indah saat bunga-bunga sudah kering. Tapi ya itu, aku jadi bisa dapat bibit lagi untuk tahun depan. Siang-siang berkebun, Sharon kebetulan datang berkunjung. Beliau kaget 'kamu siang-siang mau berkebun?' Aku nyante 'i'm aleady dark, so i don't mind.' Dia ngakak. Tapi ga aneh kok kalo bule suka matahari hehehe.. tapi Sharon itu panas ga panas teteb aja pake pakaian minim. Soalnya dia guede banget, dan gampang ngerasa panas.


Seneng juga loh berkulit hitam. Dipanggang di sinar matahari, ga takuuuuttt! Apalagi saat ketemu dengan kangmas. Beliau pernah bilang 'i'm not sure if i'll be in love with you when you have fair skin.' dan sempat panik saat musim dingin kulitku tidak sehitam saat musim panas. Lah iya lah, kan banyak dibalut wool, kurang sinar matahari. Beliau juga kan kalo musim panas mulai tan, tapi begitu musim dingin, halah itu betis pucet banget. Beliau suka ngiri kalo liat betisku masih item. Lah iya mosok bisa ikutan seputih dia. Ga lah yau!! hehehe... Lucu.


Berbanggalah teman memiliki kulit hitam. Jangan dihapus, jangan rendah diri, tapi pelihara. Orang yang menghargai seseorang hanya melihat kulit, yakinlah penghargaannya tidak lebih tipis dari permukaan kulit. Jadi, kulit hitam, siapa takut?


Blog EntryMau atau Butuh?Feb 1, '07 5:39 PM
for everyone

Di awal pernikahan kami, kangmas sering tanya begini 'kenapa kamu ga pernah minta apa-apa?' Saat itu aku cuma ketawa. Mau minta apa lagi? Sudah menikah, bersuami orang baik-baik, punya rumah sendiri yang ga perlu bayar mortgage lagi, ada kendaraan untuk pergi kemana-mana, apa lagi yang musti aku minta? Beliau bilang 'banyak istri minta rumah lebih besar, kendaraan lebih mewah, atau perhiasan mahal, baju-baju rancangan desainer.' Aku cuma menimpali kalau aku bukan perempuan-perempuan itu.


Aku jadi berpikir, sematerialistis itu kah perempuan? Kalau aku bilang tidak butuh semua itu apakah aku yang naif? Atau bodoh? Atau kurang pergaulan? Atau tidak memanfaatkan peruntungan?


Entahlah. Aku cuma bersyukur. Betapa Allah sudah memberi karunia yang tak terhingga dalam hidupku di dunia ini, lalu untuk apa lagi semua materi berlebihan, sementara apa yang sudah aku dapatkan dibilang cukup meskipun tidak berlebihan.


Pada dasarnya aku memang tidak suka belanja, selain belanja keperluan dapur atau alat-alat penunjang kegiatan di dapur, apart from that, mall-mall atau butik-butik jauh dari daftar keseharianku.


Gimana ya? Aku sih suka liat gemerlap barang-barang di etalase butik atau department store, tapi kok ga merasa sesuai sama kebutuhanku. Kalau aku pake berlian, terus untuk apa setelah sekali dua kali pake? Dan mau dipake kemana? Toh aku bukan orang yang populer, artis, atau bintang film yang memang barangkali butuh barang-barang begitu untuk menjaga pamor, atau untuk alasan personal lainnya. Lah aku cuma wanita kampung! Lagian suka ketawa sendiri kalo liat ada seorang perempuan yang jalan kayak toko perhiasan, itu emas berkilauan dari leher hingga kaki! Menurutku malah terlalu berlebihan dan mengundang bahaya. Jambret, pencopet, dan perampok berkeliaran di mana-mana, jadi tidak menarik perhatian mereka merupakan pilihanku. Hell with the bling bling!


Barang-barang seperti mixer aja aku ga minta, tapi kangmas yang beliin. Mixer pertamaku ya hand-mixer. Kangmas beliin karena pernah liat aku ngos-ngosan mengaduk adonan pake egg beater. Tahu kan? Besoknya, beliau kembali dari kantor sambil bawa bungkusan. Aku lagi masak makan malam. Bungkusan diletakkan di depanku. Beliau bilang 'a present, hon.' Pas liat, aku ga bisa nahan air mata. Gimana ga? Sebegitu perhatiannya beliau.


Yang seperti itu bisa ditukar dengan sebongkah berlian? Mikir dulu ah. Berlian barangkali bisa bikin kaya, tapi dapat orang sederhana yang perhatian dan penyayang, bisakah dibeli dengan berlian?


Soal pakaian. Aduh, aku musti nahan napas dulu deh. Aku sudah berniat pakai jilbab, meskipun belum dapat lampu hijau dari kangmas. Beliau bilang begini 'Don't draw attention to you, hon.' Aku tahu, maksud beliau baik, ingin melindungi aku, karena di lingkungan kami, kami satu-satunya keluarga muslim. Tapi sebagai muslimah aku ingin menutup auratku, setidaknya tidak mengekspos banyak anggota tubuh. Dan pakaian yang aku perlukan adalah pakaian-pakaian yang tidak banyak memperlihatkan anggota tubuh. Aku juga ga suka kalau orang-orang suka curi pandang ke bagian-bagian tubuhku, meskipun aku tidak pakai pakaian yang seronok. Disgusting. Untungnya saat pulang kemaren itu aku sempat beli beberapa pakaian muslimah dan jilbab. Jadi kalau kami kebetulan ikut halal bihalal, aku punya baju muslimah. Kalau ke tempat-tempat belanja atau berkunjung ke rumah teman-teman non-muslim, ya setidaknya aku tidak memakai pakaian-pakaian yang memperlihatkan aurat, meskipun aku tidak pakai jilbab. Aku berusaha menutupi rambutku dengan topi dan pakai baju atas muslimah yang aku beli kemaren itu untuk nutupi leher, seperti yang disarankan Mbak Litha.


Boleh dibilang, pakaian-pakaian semacam itu sulit sekali ditemui di tempatku ini. Semua toko-toko pakaian, butik, atau The Warehouse memajang pakaian-pakaian yang notabene jauh dari pakaian muslimah. Kalaupun ada kaos lengan panjang, hanya dijual saat Musim Gugur hingga Musim Dingin. Bahannya pun tebal, tidak bisa dipakai saat Musim Panas (bisa, tapi musti kepanasan dan keringatan). Nah kalau Musim Panas seperti ini, banyak pakaian-pakaian Musim Panas yang dipajang-pajang, tapi umumnya berlengan kutung, berleher pendek yang kelihatan lipatan payudara, celana-celana pendek atau bikini. Pilihanku sangat terbatas sekali. Kalaupun ada pakaian yang berlengan panjang, tapi lehernya rendah sekali dan berlipat-lipat. Jengkelnya kalau ada pakaian yang aku suka, tidak ada stock untuk ukuranku yang bisa dibilang kecil untuk ukuran bule-bule. Alhasil kalaupun belanja baju, aku hanya bisa beli celana panjang katun.


Kemaren itu aku belanja sama Mum, dan melihat deretan baju-baju baru yang dipajang di pertokoan. Mum bilang 'come on, buy yourself some.' Pada saat itu aku ke kota karena aku mau pos-in beberapa parcel untuk temen-temen MP, juga parcel Menu for Hope III (kita berhasil meraih USD 60.000!) untuk Barbara yang memenangkan buku Peta Mathias, dan kartu valentine sebagai bagian dari entry untuk BPW. Selain itu, ya cuma minum kopi di cafe, tidak ada niat untuk belanja baju. Toh, baju-baju Musim Panasku masih banyak dan masih layak pakai. Mum bilang 'You're a good girl and must be a good wife for John.' Apapun maksudnya. Aku memang sangat berbeda dengan Mum. Beliau dijuluki keluarga dengan 'the consumer', karena beliau sering belanja dan menumpuk barang meskipun tidak butuh. Akhirnya barang-barang itu hanya akan dikirimkan ke salvation army atau 'dibuang' ke rumahku.


Aku barangkali bisa disebut keras hati. Kalau pada awalnya aku tidak berencana beli baju, ya aku ga bakal beli baju. Aku ga suka memboroskan uang hanya karena 'lapar mata'. Karena uang itu kan tidak datang secepat kita menjentikkan jari. Uang itu datang karena usaha. Setidaknya aku menghormati usaha kangmas memberi nafkah kepada kami dengan tidak memboroskan uang hanya karena 'mau' meskipun tidak 'butuh'.


Pages:123
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 sonnenvogel.com All rights reserved.