Dito... eh Dita ngumumin acara ini nih. Emak-emak nyang doyan jepret-jepretin foto makanan diundang buat ngeramein acara sharing gimana caranya kita bagi waktu (nyuri2 waktu tepatnya) buat bisa ngabadiin makanan yang udah kita masak supaya indah dilihat dan menggugah selera.
Aku ikutan acara ini karena food photography sudah menjadi hobi yang lengket banget hubungannya sama sak masak dan king baking. Acara pameran yang positif kok, toh bukan pameran harta, lebih pada memamerkan hasil karya dan passion di dunia food photography. Selain itu, sebagai seorang ibu yang menyekolahkan anaknya di rumah (home-schooling), merangkap sebagai tukang masak, tukang ngepel, tukang nyapu, tukang nyuci, tukang nyetrika, dan tukang kebun, kegiatan pret jepret memberi satu asupan nutrisi baru untuk kegiatan yang betul-betul digemari, ga sekedar a mundane task.

Gimana solusinya bisa pret jepret dengan tenang? Ga mungkiiiin! Kecuali kalo para rugrats ini dimomong sama neneknya. Itulah beruntungnya tinggal di dekat mertua, apalagi anak-anak suka banget berkunjung ke rumah neneknya dan mum sendiri suka dikunjungi sama anak-anak. Klop! Kalaupun anak-anak di rumah, mereka lebih sering 'keluar' arena pemotretanku. Sesekali mereka suka menonton gayaku pret jepret trus dipraktekkin sendiri di lain waktu. Beo emang keduanya.
Aku sih ikut kata mereka aja sih. Kalo mood mereka lagi bagus, ya aku bilang mau motret 15 menitan deh, ntar baru main sama-sama lagi. Mereka ngerti kok. Kasih ancer-ancer begitu pasti mereka mau menunggu. Tapi emang harus ditepati kalo ga, bisa ngamuk tuh. Toh aku juga ga mau mengajarkan mereka bohong atau praktek lip-service. Kalo 15 menit ya 15 menit.
Kadang-kadang mereka suka mau ikutan tapi bukan nulungin melainkan minta dipotret. Mayan juga sih, kalo lagi pada mau, seneng aja motretin keduanya hehehe... Ada kalanya mereka lagi ga enak badan sementara aku udah masak, mau diotret dan mereka rewel. 15 menit juga ga mau, diiming2in ini itu ga mau. Ya sutra, makanannya habis tanpa diabadikan. Trus ntar lupa. Jadilah ga ikutan event. Moodnya dah ilang. Tapi kan anak-anak seneng hehehe...
Aku memang ga mengejar deadline tertentu. Kalo mau ikut event, udah dipikirin jauh-jauh hari, kapan akan dibikin dan mampu ga akunya. Aku ga bisa khusus belanja cuma untuk satu event yang diikuti dadakan, soalnya di deket2 sini mana ada warung, mak! Kota terdekat kan 25 menitan, mood motonya kudu ilang sebelum nyampe.
Untuk prop aku banyak menggunakan apa yang aku punya aja. Emang suka niat mau beli khusus untuk photography tapi belum lah untuk saat ini baru 2 set piring dan mangkuk aja khusus untuk photography, selebihnya alat-alat dipakai sehari-hari. Makanya jangan heran kalo dari satu foto ke foto lainnya propnya ga ganti-ganti. Ye emang cuma ada barangnya itu doang kok.
Pengen sih spt mak Dita, Susan atau Rita nyang propnya pada warna warni. Untuk tahun ini aku cuma pengen nambah lensa aja buat nunjang sharpness dan fokus. Aku suka foto-foto yang ketajamannya mampu menguak tabir si makanan tersebut. Tambahan prop barangkali bisa sedikit-sedikit deh dibeli sesuai budget dan keinginan. Seringkali udah beli sesuatu yang bagus tapi ga sesuai sama makanan yang dimasak, alhasil nongrong aja di lemari.
Ini sebagian hasil karyaku dari setting di atas dengan obyek tutaekuri sebagai salah satu jenis kentang Maori yang baru dipanen dari kebun . Selamat menikmati!
