
Saat Musim Panas merupakan saat-saat membuat selai, saus dan
chutney sebagai antisipasi persediaan buah-buahan dan sayuran yang
melimpah di kebun. Pembuatan selai sangat mudah dan tidak memerlukan
ketrampilan khusus, hanya butuh kesabaran dan kebersihan. Botol-botol
yang akan digunakan untuk tempat menyimpan selai harus sudah disteril
sebelum digunakan.
Saya mengacu pada buku-buku Edmonds Cookery Book, Donna Hay
Magazine, dan Aunt Betty's sebagai referensi dan juga aplikasi
pemakaian resep-resep dan metode-metode keluarga yang sampai kini
masih dipakai oleh ibunda mertua ND Binsted. Mudah-mudahan bermanfaat
ya. Selamat mencoba!
Berikut cara-cara yang saya pakai untuk membuat selai:
Pemilihan bahan yang segar sangat berpengaruh terhadap hasil
akhir pembuatan selai. Pilihlah buah yang sudah matang (tidak
menjadi lembek karena terlalu matang) dan segar, tidak terjadi
pembusukan sebagian atau di beberapa tempat. Cucilah buah-buahan di
bawah kucuran air kerangan sebersih-bersihnya.
Siapkan botol-botol tempat penyimpanan selai beserta
tutup-tutupnya. Saya tidak menggunakan botol-botol khusus preserving
yang banyak dijual di pertokoan, tapi cukup memakai botol-botol
bekas selai yang lama tetapi sudah dicuci bersih dan dikeringkan.
Pastikan saat mencuci botol dan tutupnya tidak tersisa sisa makanan
di dalam lipatan tutup atau di pantat botol karena sisa makanan ini
akan mengundang mikroba dan jamur.
Cara mensterilkan botol-botol ini saya memakai cara
memasukkan botol-botol ke dalam oven bersuhu 120C selama 30 menit
dan merebus tutup-tutup botolnya selama 30 menit. Botol-botol akan
saya keluarkan dari oven saat akan melakukan pengemasan. Tutup botol
harus dikeringkan dengan lap bersih sebelum menutup botol. Cara lain
yang bisa dilakukan adalah dengan merebus botol berikut tutupnya di
dalam panci besar selama kurang lebih 15 menit, dan hanya
dikeringkan saat akan mengemas.
Memasak selai sangat mudah, hanya memerlukan buah-buahan,
gula, dan sedikit air. Buah-buahan yang sudah banyak mengandung air
tidak perlu menambahkan banyak air. Saya tidak menggunakan tambahan
preservative kimia semacam pectin dan citric acid, tapi hanya dengan
mengandalkan pectin dan acid yang sudah dikandung oleh buah-buahan
tersebut saja. Lebih baik masaklah dahulu buah-buahannya sampai
lembut, lalu masukkan gula secukupnya dan aduk-aduk supaya gula
larut. Setelah gula larut, didihkan sampai kental sambil sesekali di
aduk. Pemakaian panci berpantat tebal sangat disarankan di sini,
supaya tidak terjadi cepatnya pembakaran di dasar panci menyebabkan
selai gosong. Pengadukan setiap beberapa menit sekali juga penting
untuk menghindari selai menjadi gosong. Saya selalu menggunakan
sendok kayu saat membuat selai dan sendok kayu yang saya gunakan
hanya dipakai untuk mengaduk masakan yang manis atau mengaduk
campuran untuk bolu atau biskuit, tidak dipakai untuk mengaduk
tumisan, mislanya.
Ciri selai yang sudah masak adalah cairannya sudah kental dan
sudah membalut punggung sendok kayu (persis seperti cara pembuatan
custard).
Masukkan selai segera ke dalam botol-botol yang masih panas,
tutup rapat, beri nama dan tanggal pembuatan, lalu simpan di tempat
yang sejuk.
Berikut daftar buah-buahan untuk pembuatan selai (juga jelly)
Yang mengandung banyak pectin dan acid (titik kepekatannya tinggi):
apel (jenis asam—di NZ disebut Granny Smith, kalau di Indonesia
bisa pakai apel Malang), crabapples, boysenberries, loganberries, dan
raspberries, red & black currants, gooseberries, anggur,
grapefruit, lemon, jeruk (jenis yang asam), plum, passionfruit.
Yang mengandung banyak pectin tapi rendah acid (artinya harus
ditambah dengan buah-buahan yang mengandung lebih banyak acid):
feijoas (nama lainnya pineapple guavas—mirip dengan jambu biji,
tapi sangat wangi dan tidak berbiji batu seperti jambu biji), melon,
quinces (mirip dengan buah pir tapi lebih wangi), strawberries,
blackberries, oranges (jenis yang manis), apel (jenis yang manis).
Yang mengandung rendah pectin, tapi kaya acid (artinya harus
ditambah dengan buah-buahan yang mengandung banyak pectin): apricots,
guavas, kiwifruit, tamarillos, strawberries, nenas
Yang rendah pectin dan rendah acid (artinya harus ditambah dengan
buah-buahan yang kaya akan pectin dan acid): cherries, elderberries,
guavas, peaches, pears.
Beberapa buah-buahan macam strawberries dan guavas bisa jadi
membutuhkan pectin dan/atau acid, tergantung dengan jenis dan tingkat
kematangannya.